Jalan Keluar

2301 Words

Suara ledakan kembali mengguncang dinding gua, membuat butiran pasir dan kerikil berjatuhan dari langit-langit. Cahaya obor menerobos masuk semakin terang, memperlihatkan barisan pasukan bersenjata lengkap yang mulai mengepung setiap celah keluar. Udara terasa panas, bau mesiu dan tanah lembap bercampur menjadi tanda bahwa pertarungan hidup mati tidak bisa dihindari lagi. Bara berdiri tegak di depan Melia dan Karto, tubuhnya berotot menegang bagaikan benteng batu. Ia merasakan detak jantung Melia di belakang punggungnya, dan perasaan posesif itu meledak kembali bukan sebagai rasa curiga, melainkan sebagai janji mutlak yang tak akan pernah ia ingkari. “Tetap di posisiku. Jangan melangkah ke kanan atau kiri tanpa perintahku,” bisik Bara dengan suara rendah namun tegas, matanya tak lepas me

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD