Seminggu pun telah berlalu.
Hari ini adalah hari pertama Freya bersekolah di kota ini.
Freya pun sangat senang dan juga gugup.
Freya diantar papa ke sekolah barunya.
“Kamu hati - hati ya Freya. Cari teman yang baik. Belajar yang baik juga ya” ucap papa.
“Iya pa.” balas Freya.
Papa berangkay kerja dulu ya.” ucap papa.
“Iya pa, ati - ati di jalan ya pa.” balas Freya.
Tak lama papa pun pergi ke kantor.
“Freyaaa.” teriak Vany dari kejauhan sambil berlari menghampiri Freya.
“Hai Vany.” sapa Freay dengan senyum.
“Gimana hari pertama sekolah?” tanya Vany.
“Agak gugup sih, tapi ntar juga biasa harusnya.” balas Freya.
“Eh, mana yang lain?” lanjut Freya.
“Vivin dan Vik pasti sebentar lagi sampe.” balas Vany.
“Freya, Vany.” Teriak Vivin dari ujung lorong sekolah.
“Hai Vivin.” sapa Freya.
“Kamu udah sampe aja Freya.” ucap Vivin.
“Iya, tadi dianter papa kesini nya, sekalian papa kerja.” ucap Freya.
“Hai kalian.” Ucap Vik yang baru datang.
“Hai Vik.” ucap mereka bertiga serempak.
“Freya kamu tau siapa wali kelas kamu?” tanya Vivin.
“Belum tau aku, sama sekali ga tau aku siapa wali kelas aku.” balas Freya.
Mereka pun mengobrol di lorong sekolah.
Dan tak lama bel sekolah pun berbunyi.
“Aku masuk kelas dulu ya teman - teman, sampe ketemu waktu istirahat ya.” ucap Vany.
“Iya aku juga mau masuk kelas dulu nih, tempat biasa ya kita kumpul di waktu istirahat.” ucap Vivin.
“Yuk, sampe ketemu ya.” balas Vik.
Freya pun menganggukkan kepalanya dan kemudian berjalan menuju kelas barunya.
Sesampainya di depan kelas, Freya terdiam tidak bergerak.
Seorang wanita pun menghampiri Freya.
“Kamu kenapa ga masuk ke dalam kelas Freya?” tanya wanita itu.
Freya pun melihat wanita itu dan menjawab.
“Ehm, saya gugup Miss Susan.”
“Kenapa gugup?” tanya Miss Susan dengan senyum.
“Karena lingkungan baru lagi buat saya.” balas Freya.
“Oh gitu, yuk kita masuk. Miss Susan temenin ya.” ucap Miss Susan.
Freya pun mulai melangkah kan kakinya masuk ke dalam kelas, sambil di temani Miss Susan.
“Kamu tunggu disini dulu ya.” uca MIss Susan.
Freya pun menganggukkan kepalanya.
“Selamat pagi murid - murid sekalian, Perkenalkan saya Miss Susan yang akan menjadi wali kelas kalian selama disini.” Sapa MIss Susan.
Freya pun terkejut mendengar hal itu.
“Selamat pagi Miss Susan.” ucap murid - murid serempak
Sebelum kita mulai pelajarannya, apakah ada murid yang baru di kelas ini?” tanya MIss Susan.
Murid - murid pun tampak saling menoleh.
“Sepertinya tidak ada murid baru ya. Baiklah, sebelumnya miss mau perkenalkan anak baru di kelas ini. Nama nya Freya.” ucap MIss Susan
Seisi kelas pun terdiam dan memperhatikan Freya.
“Nah Freya silahkan perkenalkan diri kamu ya ke teman - teman. Setelah itu kamu bisa duduk di tempat yang kosong.” ucap MIss Susan.
Kemudian Freya pun memperkenalkan dirinya kepada teman - teman baru di kelasnya.
Dan ia pun duduk di barisan bangku tengah.
Dan pelajaran pun dimulai.
“Kriiiiiiingg…”
Suara bel istirahat pun berbunyi.
“Nah anak - anak, sampai sini dulu ya. Nanti kita sambung setelah istirahat.” ucap Miss Susan.
Dan kemudian murid - murid pun berlarian keluar kelas menuju kantin.
Freya pun berjalan menuju kantin mencari Vivin, Vany, dan Vik.
“Daarr..” tepuk Vany ke punggung Freya.
Freya pun terkejut.
“Kaget ya?” ucap Vivin sambil tertawa.
“Iya kaget banget.” ucap Freya sambil tertawa.
“Hei sini - sini.” ucap Vik sambil menunjuk meja kosong.
Mereka pun mejuju kesana,
“Kamu bawa bekal apa Freya?” tanya Vany.
“Ga tau belum liat aku, tadi pagi udah di buatin mama.” balas Freya.
“Aku di bawain sandwich sama mama.” ucap Vany.
“Aku dibawain ayam goreng sama mama.” ucap Vivin.
“Aku dibawain nugget dong.” ucap Vik.
“Eh, wali kelas kamu siapa Freya?” tanya Vivin.
“Wali kelas aku Miss Susan.” balas Freya.
“Wah asik banget kamu dapet Miss Susan.” ucap Vany.
“Iya, tapi orangnya detail.” ucap Vik.
“Kamu pasti seneng sh bisa dapet wali kelas Miss Susan.” ucap Vivin.
“Yuk makan dulu kita, udah laper nih.” ucap Vik.
“Iya ayuk makan.” ucap Vany tertawa.
Dan mereka pun bercanda dan makan di kantin sekolah.
“...kriiing…”
Suara bel masuk pun berbunyi.
“Yuk kita masuk ke kelas lagi. Sampai ketemu nanti waktu pulang ya.” ucap Vany.
“Iya, di depan gerbang sekolah ya.” ucap Vik.
Vivin dan Freya pun menganggukan kepala.
Setelah itu merreka bergegas masuk ke dalam kelas.
Di tengah perjalanan, Freya mulai mengalami sakit kepala seperti kemarin.
“Kamu ga apa - apa Freya?” tanya Vivin
“Ga apa - apa kok, cuma sakit kepala biasa aja.” balas Freya.
“Bener kamu ga apa - apa?” tanya Vany.
“Iya, aku ga apa - apa kok.” balas Freya sambil tersenyum
Akhirnya mereka berpisah dan masuk ke kelas masing - masing.
Freya kembali duduk di bangku nya.
Dan tak lama Miss. Susan pun masuk ke dalam kelas.
“Baiklah anak - anak, kita lanjutkan pelajarannya ya.” ucap Miss Susan.
Dan Miss Susan pun melanjutkan pelajarannya.
“Aku kenapa ya?” tanya Freya dalam hati.
“Kenapa belakangan ini kepala ku sering sakit kaya gini ya? Sudah seminggu ini aku ngerasain sakit kepala kaya gini.” lanjut Freya.
“Hei kamu kenapa?” Tanya seorang dari bangku sebelah Freya.
“Ah, ga apa - apa kok, mungkin karena abis makan kali ya.” balas Freya sambil tersenyum.
“Oh, ya udah kalau begitu.” ucap nya
Freya pun menganggukan kepalanya sambil tersenyum.
Dan ia pun mulai memperhatikan pelajaran yang diberikan Miss Susan.
“Baiklah anak - anak, pelajaran hari ini sampai sini dulu ya, tapi sebelum itu, Miss mau milih ketua kelas kalian. Siapa yang berminat?” tanya Miss Susan.
Tak seorang pun yang mengangkat tangan nya.
“Baiklah kalau Miss yang tunjuk ya, Miss akan lihat dari track record tahun sebelumnya ya.” ucap Miss Susan sambil membuka laptopnya.
Ia pun mulai melihat prestasi anak - anak kelas ini di tahun sebelumnya.
“Hmm..anak ini menarik.” ucap Miss Susan pelan.
“Nah MIss udah liat data kalian dari tahun sebelumnya. Dan Miss akan pilih satu murid disini dinilai dari kedisipilannya.” ucap Miss Susan.
Murid - murid dikelas pun mulai berbisik dan melihat sekeliling mencari tau siapa anak yang di maksud Miss Susan.
Freya terlihat tidak peduli, karena ia hanya anak baru yang baru pindah.
Ia pun mulai merapikan buku - buku pelajarannya.
“Ya, Miss pilih Yukie. Selamat ya Yukie. Nah kalian bisa kooridnasi tentang tugas dari Miss ke Yukie ya” ucap Miss Susan.
Murid - murid pun melihat ke arah Yukie.
Freya pun melihat anak disamping nya yang tadi menanyakan keadaannya.
“Selamat ya Yukie.” ucap Freya tersenyum.
“Ah, eh iya. Makasih ya.” ucap Yukie dengan tersenyum.
“Baiklah, sampai sini dulu, kita akhiri pelajaran hari ini ya. Kalian langsung pulang ke rumah ya.” ucap Miss Susan
“Iya Miss.” jawab murid - murid serentak.
Dan mereka pun segera meninggalkan kelas.
Freya pun berjalan meninggalkan kelas menuju pintu gerbang sekolah.
“Hei Freyaaa.” suara seorang memanggil dari belakang.
Freya pun menoleh.
“Eh, Yukie. Ada apa?” tanya Freya.
“Ga apa - apa kok. Gimana hari pertama di sekolah baru?” tanya Yukie.
“Buat aku menarik sih. Dan temen - temen aku bilang aku beruntung sih dapet wali kelas Miss Susan.” balas Freya.
Mereka pun berjalan bersama menuju pintu gerbang sekolah.
Disana sudah ada Vivin, Vany, dan Vik yang menunggu.
“Hai kalian, udah lama ya?” tanya Freya.
“Belum, kami juga baru disini, tadi sempet pemilihan ketua kelas dulu.” jawab Vivin.
Mereka bertiga pun agak terkejut melihat seorang yang berada di sampin Freya.
“Oh, kenalin. Ini Yukie. Ketua kelas di tempat aku.” ucap Freya.
“Hai Yukie.” sapa mereka tersenyum.
“Yukie, ini ada Vivin, Vany, Dan Vik.” ucap Freya.
“Hai Vivin, hai Vany, hai Vik.” balas Yukie tersenyum.
Tak lama mengobrol mereka pun pulang bersama.
Yukie tinggal di belakang rumah Tante Diana.
Tempatnya tidak jauh dari perempatan tempat biasa mereka ngumpul.
Di tengah jalan, kepala Freya pun tibda - tiba sakit seperti tadi.
Dan Freya pun berhenti sebentar.
“Kamu kenapa Freya?” tanya Vany.
“Kamu sakit kepala lagi ya?” tanya Vivin.
“Ga apa - apa kok, aku baik - baik aja. Mungkin kecapean.” balas Freya.
“Tadi dikelas juga sempet kaya gitu.” ucap Yukie.
“Gimana kalau kita anter Freya ke rumah aja.” ucap Vik.
“Iya deh.” ucap mereka serempak.
Mereka pun akhirnya mengantar Freya sampai depan rumahnya.
Vany pun mengetuk pintu rumah Freya.
Dan tak lama mama keluar.
“Kenapa sama Freya?” tanya mama terkejut.
“Ga tau tante, tadi waktu di jalan pulang tiba - tiba begini.” ucap Vivin.
“Tadi sih waktu dikantin kepalanya sakit.” ucap Vik.
“Makasih ya kalian udah anter Freya pulang.” ucap mama
Mama segera memawa Freya masuk dan merebahkan Freya di kamarnya.
Dan segera menelpon papa.
Tak lama papa pun pulang.
Suara papa terdengar sayup - sayup dari kamar Freya.
Pintu kamar Freya pun di buka.
“Kamu ga apa - apa sayang?” tanya papa.
“Ga apa - apa pa, cuma sakit aja. Sekarang udah ilang kok pa.” balas Freya.
“Nanti papa sama mama mau bawa kamu ke dokter ya. Biar tau kamu kenapa. Papa siap - siap dulu, kamu juga siap - siap ya. Papa udah atur daftarin kau hari ini” ucap papa.
Freya pun menganggukan kepalanya.
Freya pun segera bangun dari tempat tidurnya.
“Bisa Freya?” tanya mama.
“Bisa kok ma. Ini mau ganti baju.” jawab Freya.
“Ya sudah, mama sama papa siap - siap ya. Kita makan dulu sebelum berangkat.” ucap mama.
Freya pun mengangguk, dan segera berganti pakaian, dan seperti biasa berkumpul diruang makan untuk makan bersama.
Dan setelah itu mereka pun semua berangkat ke dokter.
Di tengah jalan Freya pun menceritakan tentang hari ini di sekolahnya.
Dan mereka pun mengobrol di dalam perjalanan.
Tak lama mereka pun sampai ke tempat dokter spesialis.
“Malam suster, saya sudah buat janji dengan dokter Oscar. Atas nama Freya.” ucap papa.
“Baik ditunggu sebentar ya Pak. Bisa sambil duduk di ruang tunggu ya.” ucap suster.
Mereka pun menunggu diruang tunggu.
Dan tak lama Freya pun di panggil untuk berkonsultasi dengan dokter Oscar.
Di dalam ruangan Freya pun mendapat beberapa pemeriksaan dan pertanyaan dari dokter Oscar.
“Gimana anak saya dokter?” tanya mama.
“Iya gimana dokter?” lanjut papa.
“sepertinya karena faktor kelelahan aja sih. Nanti kalau seperti ini lagi bisa datang kesini lagi ya. Untuk sementara saya cuma bisa saranin Freya harus cukup istirahatnya, jangan terlalu cape dulu, makan - makanan yang bergizi.” balas dokter Oscar.
“Iya dokter terimakasih.” ucap mama dan papa.
“Iya sama - sama bapak dan ibu.” jawab dokter Oscar dengan senyum.
Akhirnya mereka pun mereka berjalan pulang.
“Freya, kamu denger kata dokter kan. Kamu banyak - banyak istirahat ya.” ucap papa.
“Iya, jangan terlalu cape dulu ya.” lanjut mama.
“Iya ma, iya pa.” balas Freya.
Dan mereka pun tiba dirumah, Freya pun langsung masuk ke kamarnya.
Melihat smartphonenya ternyata banyak pesan singkat masuk dari teman - temannya yang menayakan kabarnya.
Dan ia pun membalas pesan mereka dan Freya menyatakan kalau ia baik - baik saja.
Mata Freya pun sudah berat, karena sudah larut malam.
Freya pun menggati pakaiannya dengan pakaian tidur.
Dan setelah itu ia pun merebahkan badannya diatas tempat tidurnya.
Ia pun mulai meredupkan lampunya dan terlelap tidur.
To be continue…