“..Beep..beep..beep..”
Alarm dari smartphone Freya pun berbunyi.
Ia pun bangun masih setengah sadar.
Ia menngambil smartphone nya dan melihat sudah jam 7 pagi.
Kemudian ia pun segera beranjak dari tempat tidurnya dengan semangat.
Karena hari ini ia akan mengunjungi tempat lainnya di kota ini.
Sinar matahari pun mulai memasuki kamarnya.
Freya pun bersiap.
Setelah siap, ia pun turun ke bawah.
Seperti biasa, papa dan mama Freya sudah menunggu di ruang makan.
“Pagi pa, pagi ma.” sapa Freya.
“Pagi anak ku yang cantik.” balas papa dengan senyumnya.
“Pagi Freya, sini cepat duduk, nanti makanannya keburu dingin.” ucap mama.
Dan mereka ber tiga pun sarapan.
“Kamu hari ini mau kemana lagi Freya sama teman - teman mu?” tanya mama.
“Hari ini kita mau ke tampat lain lagi ma. Seperti biasa nanti mereka bertiga nungguin Freya di depan warung ma.” balas Freya.
“Jam berapa kamu berangkat? Awas ya jangan main jauh - jauh, kita masih belum kenal betul lingkungan disini.” ucap papa.
“Iya pa, Freya ga main jauh - jauh.” balas Freya.
Setelah selesai sarapan waktu sudah menunjukan jam 7.30.
Papa sedang bersiap ke kantor dengan mobilnya.
Mama sedang membereskan piring dan sisa makanan di ruang makan.
Freya pun duduk di ruang tamu sambil melihat foto - foto kemarin.
Tak lama papa pun pamit berangkat ke kantor.
Jam menunjukan 7.45.
Freya pun pamit dan bergegas ke tempat pertemuan.
Saat Freya di depan rumah, ia melihat Oma Boen sedang menikmati secangkir teh nya, sementara Opa Boen sedang duduk dan membaca koran.
Freya pun melambaikan tangannya kepada mereka berdua.
Mereka pun membalas lambaian tangan Freya.
“Ati - ati kalau main ya Freya.” ucap Oma Boen.
“Iya oma. Aku pergi dulu ya.” jawab Freya.
Ia pun segera berlari.
Mereka pun datang bersamaan.
“Hai kalian.” sapa Freya.
“Hai Freya.” ucap Vivin.
“Yuk kita mau kemana?” tanya Freya.
“Kita mau ke……ada deh. Kamu ikut aja.” ucap Vik.
“Iya, tadi kita udah bahas di jalan ber tiga sama Vik dan Vivin. Kamu ppasti suka.” ucap Vany.
“Yuk kita berangkat.” Ucap Vik.
Mereka ber empat pun berangkat.
“Ini rumah ku, yang di sebelah sana rumah Vany, dan yang disananya lagi rumah Vik.” ucap Vivin
“Wah rumah kalian berdekatan ya ternyata. Pantes aja kalian sering main bersama.” ucap Freya.
Mereka pun berjalan melewati rumah Vivin, kemudian rumah Vany, dan terakhir mereka melewati rumah Vik.
Rumah mereka ber tiga tidak terlalu jauh dari warung.
Mereka melewati jalan dengan sisi sepanjang jalan di penuhi dengan rumput - rumput hijau
“Udaranya enak banget ya disini.” ucap Freya.
“Iya karena tempat kita kan belum terlalu banyak polusi.” balas Vivin.
“Hei lihat itu pasar. Pasti ada Om Wi nih. Om Wi biasa suka ke pasar.” ucap Vik.
“Nah bener kan itu Om Wi.” ucap Vik dengan senang.
“Om Wi.” sapa Vik.
“Eh Vik, kamu mau kemana?” tanya Om Wi dengan muka terkejut.
“Ini om mau jalan - jalan pagi.” balas Vik dengan tertawa.
“Oh, ya sudah ati - ati di jalan ya Vik. Vivin, Vany kamu ikut juga?” ucap Om Wi.
“Iya ikut kita mau nunjukin tempat yang bagus nih Om Wi ke temen kita yang baru pindah, Freya namanya om.” balas Vin.
“Wah, om liat kemarin ini. Hai Freya. Om ucapin selamat datang di kota ini ya, semoga kamu suka sama kota ini. Kota ini kota kecil sih, bukan kota besar yang isinya gedung - gedung bertingkat. Kami disini ya begini keadaanya. Tapi kami semua happy.” ucap Om Wi.
“Iya om makasih. Freya sejauh ini suka sama kota ini.” balas Freya.
“Yuk jalan lagi. Om Wi kita jalan dulu ya” Ucap Vik sambil pamit ke Om Wi.
Mereka pun berjalan melewati pasar.
Melewati beberapa toko - toko kecil.
Dan tak lama mereka berjalan akhirnya mereka tiba.
Terlihat hamparan rumput yang hijau dan luas.
Dan diujung terlihat pemandangan laut.
“Wah bagus sekali. Ayo kita foto - foto.” Ucap Freya.
Mereka pun langsung bergaya di depan kamera smartphone Freya.
“Gantian dong fotonya.” Ucap Vik sambil mengulurkan smartphonenya.
Dan mereka berfoto bergantian.
Mereka duduk di tengah hamparan rumput sambil bercanda.
“Wah, aku senag sekali disini, berbeda dengan kota - kota yang selama ini aku tinggal, disana kebanyakan gedung dan gudang. Ga ada tempat yang kaya gini.” ucap Freya.
“Baguslah kalau kamu suka, semoga kamu ga pindah lagi ya.” ucap Vany.
Mereka menghabiskan waktu disana dengan ceria.
Sesekali ada beberapa orang yang melintas dan menyapa mereka.
Tiba- tiba smartphone Freya berbunyi.
“..sudah waktunya makan siang Freya, mama sudah siapin makan, kamu pulang dulu ya. Mama tungguin kamu..” bunyo pesan teks di smartphone Freya.
“Teman - teman aku pulang ya. Mama sudah nungguin aku buat makan siang bareng.” ucap Freya.
“Wah, ayo lah kita pulang juga.” Ucap Vik
Dan mereka ber empat pun akhirnya meninggalkan tempat itu dan segera menuju rumah.
Vik yang pertama kali tiba duirumah, disusul Vany, dan kemudian Vivin.
Freya pun kembali kerumah sendiri.
Setibanya dirumah, Freya pun langsung membersihkan diri sebelum mulai makan.
Ia pun menuju ke ruang makan.
“Ma ayo makan.” ucap Freya.
“Yuk, mama sudah lapar nih. Kamu ga lupa buat cuci tangan kan?”tanya mama
“udah kok ma.” balas Freya sambil menarik bangku.
Kemudian mereka pun makan.
Selesai makan Freya pun menemani mama di dapur yang sedang beres - beres sambil bercerita.
“Freya senang disini ma, beda sama kota - kota sebelumnya.” ucap Freya.
“Bagus lah kalau kamu senang disini. Kebetulan ajaran baru sudah mau dimulai, mama sempat ngobrol sama mamanya Vin, nanya tentang sekolah disini, dan mama Vivin sempat memberikan beberapa nama sekolah disini.” ucap mama.
“Tapi, mama yakin kamu pasti suka sama sekolahnya. Mama kemarin sudah bicara sama papa, dan papa juga setuju sama mama tentang sekolahnya.” lanjut mama.
“Dimana ma sekolahnya?” tanya Freya.
“Kalau kamu mau, kamu nanti satu sekolah sama Vivin, Vany, dan Vik.” ucap mama.
“Wah yang bener ma? Freya mau ma.” ucap Freya senang.
“Kalau kamu mau nanti kita liat sekolahnya ya.” ucap mama.
“Iya ma.” balas Freya.
Freya pun senang sekali mendengar hal itu.
Ia langsung mengirim pesan ke Vivin, Vany, dan Vik.
Vin, Vany, dan Vik pun senang, karena mereka akan selalu bersama.
Freya tidak sabar untuk melihat sekolah barunya.
Freya pun semakin suka tinggal dikota ini.
Sore pun tiba.
Freya turun ke bawah, dan melihat mama sedang menonton siaran tv.
Ia pun menghampiri mama dan duduk disamping mama.
“Ma kita kapan liat sekolahnya?” tanya Freya.
“Secepatnya ya sayang, kamu udah ga sabar ya? mama sih maunya besok. Tapi papa belum kasih kabar, papa mau telephone dulu buat liat - liat sekolahnya besok. Terus mama mau ke pasar dulu besok pagi sayang. Temenin mama ya.”ucap mama tersenyum.
“Iya ma besok Freya temenin mama ya.” ucap Freya sambil tersenyum.
Tak lama suara mobil pun berhenti di garasi rumah.
Mama pun segera bangun dari tempat duduknya dan membukakan pintu.
Kemudian papa pun masuk ke dalam rumah.
“Ada acara apa nih? Kok papa ga di kasih tau sih?” tanya papa sambil tertawa.
“Ih, papa ga ada apa - apa kok pa. Freya cuma temanin mama nonton aja.” balas Freya.
Papa pun mulai masuk ke kamar dan mulai membersihkan dirinya.
Sementara mama duduk di ruang tamu lagi bersama Freya.
Setelah itu mama mengajak Freya untuk membantunya di dapur untuk meyiapkan makan malam.
Dan Freya pun membantu mama menyiapkan makan malam.
Tak lama papa pun keluar kamar dan menuju ruang makan.
“Gimana hari ini Freya?” tanya papa
“Hari ini Freya ke tempat yang bagus pa. Ini pa, coba papa liat deh foto - fotonya.” balas Freya sambil menunjukan foto di smartphone nya.
Papa dan mama pun melihat fotonya.
“Bagus sekali tempatnya Freya. Jauh ga dari sini?” tanya papa.
Mama pun mengaggukan kepalanya.
“Ga kok pa deket banget dari sini.” balas Freya.
“Makanan udah siap nih. Yuk kita makan.” ucap mama.
Mereka pun makan.
Selesai makan mereka pun membereskan meja makannya.
“Freya tadi mama cerita kalau kamu seneng banget tinggal disini ya?” tanya papa.
“Iya pa Freya seneng banget, apalagi Freya mau satu sekolah sama temen - temen Freya disini.” Balas Freya senang.
“Ya sudah besok kamu sama mama liat sekolah ya. Papa sudah telephone ke sekolahnya.” ucap papa tersenyum.
“Asiiikk..ma besok kita ke sekolah ya. Thank you ya pa” ucap Freya senang.
Mama dan papa pun tersenyum.
Freya segera naik ke kamarnya.
Mengganti pakaiannya dengan pakaian tidurnya.
Kemudian ia merebahkan diri ke tempat tidurnya.
“...Teman - teman, besok aku mau liat sekolah...” tulis pesan Freya.
“...Jam berapa kamu sama mama kamu mau kesana?…” balas Vivin.
“...Sehabis pulang dari pasar. Ga tau deh jam berapa…” ucap Freya.
“...Ga nyangka ya akhirnya kita berempat bisa maen sama - sama…” ucap Vik
“...Iya bener, semoga kamu ga pindah - pindah kota lagi ya Freya…” ucap Vany.
“...Iya semoga aja ga, semoga papa aku disini aja…” balas Freya.
Dan mereka pun lanjut berkirim pesan hingga larut malam.
Freya melihat sudah jam 10 malam, dan mereka pun sudah mengakhiri pesan dari smartphone nya.
Freya pun mulai meredupkan lampu kamarnya.
Dan mulai menarik selimutnya.
Dan tak lama ia pun terlelap.
To be continue…