Susan Xie yang berada di tubuh Selir Yiping, perlahan membuka mata. Rajang empuk dengan tirai tipis nan lembut menjadi pemandangan pertamanya.
"Di mana ini?"
Tak ada jawaban, ia pun bangkit terduduk, saat ia menyadari tubuh nya yang hanya terbalut kain tipis, detak jantung nya pun berdenyut kencang.
"Kenapa? Apa yang kamu takut kan?" Tiba-tiba terdengar suara berat, serak, berwibawa bergema di samping telinganya.
Susan Xie semakin memasang sikap waspada, ia menarik kain penutup tubuhnya hingga ke leher dan bergerak mundur hingga punggung nya terbentur kepala dipan. Mata nya menatap menatap ke arah datang nya pria itu.
Entah sejak kapan, di sisi ranjang sudah berdiri seorang pria gagah yang mengenakan pakaian ala kaisar bewarna kuning keemasan, dan ikat pinggang sutra warna merah. Kakinya memakai sepasang sepatu warna keemasan. Wajahnya sangat tampan, seperti di pahat dengan teliti. Kedua bola mata yang berkilauan seperti bintang, hidung nya mancung, dan bibir nya tipis berwarna merah topa. Kedua tangannya di letakkan di punggung, sambil menatap wanita yang kini juga tengah menatap nya. Aura tubuhnya menguar kan kewibawaan yang sempurna.
"Kau... Kau... Siapa?" Susan Xie benar-benar merasa bingung, kenapa tiba-tiba ia bisa berada di tempat yang asing ini? Ia sempat berpikir apakah ini semua mimpi? Tapi jika mimpi kenapa sosok pria di hadapannya itu terlihat begitu nyata, sangat sayang jika melewatkan pemandangan yang indah itu di hadapannya.
Pria itu menarik pandangannya kembali, dan berkata dengan nada tidak senang, "menurutmu, di tengah malam begini, siapa yang berani masuk ke dalam kamar seorang kaisar?"
"Apa? Kaisar?" Susan Xie merasakan ada banyak kupu-kupu yang berterbangan dalam perut nya, dia sangat ingin tertawa, apakah pria ini sungguh tahu cara bercanda?
Apa katanya? Kaisar?
Apa karena kepalanya terbentur, jadi dia bermimpi hal seaneh ini?
Susan benar-benar belum mengerti situasi apa yang sedang di alami nya saat ini. Dan ia pun berkata lagi dengan nada sedikit mengejek, "katakan padaku, kali begitu, apakah saat ini aku adalah ratu?" Setelah nya tawanya pun lepas, di ruangan yang sunyi itu, belum pernah ada yang tertawa terbahak seperti itu.
Menyadari wajah pria yang ada di hadapannya menjadi kaku dan merah, tawa Susan pun perlahan-lahan mereda. Sekarang ia merasa terintimidasi di bawah tatapan sepasang mata dingin itu.
"Apa kau sudah puas tertawanya? Kau pikir ada yang lucu? Hah!" Pria itu bertanya dengan nada marah. Susan langsung menundukkan kepalanya.
Astaga... Pemarah sekali, rutuk nya diam-diam dalam hati. Ia sungguh tidak mengerti, siapa sebenarnya pria ini? Susan mencoba mengingat-ingat kembali kejadian terakhir ia alami, dan kenapa ia bisa sampai ada di sini? Seandainya ia sedang ada di dalam kelas drama, itu lebih tidak mungkin. Seingat nya dia tidak pernah tertarik untuk main drama. Namun jika semua ini mimpi, tapi kenapa bisa begitu nyata?
"Em... Tuan, bisakah kau beri tahu siapa aku?"
"Panggil aku yang mulia." Sela Kaisar Lee dengan dingin.
Astaga... Norak sekali, apa mentang-mentang dia kaisar?
"Baik,yang mulia, bisa kah anda memberi tahu siapa aku?"
"Apa kau benar lupa dengan diri mu sendiri? Hah?" Kaisar Lee balik bertanya dengan nada ketus.
Susan Xie tak habis pikir, kenapa pria itu sangat tidak ramah. "Aku tidak tahu, maka dari itu aku bertanya?"
"Apa kau bercanda? Masa diri sendiri saja kau tidak tahu?"
Susan tak memiliki jawaban selain menggeleng. Apa gunanya dia bertanya jika pertanyaan nya selalu di jawab dengan pertanyaan.
Tiba-tiba Kaisar Lee beringsut naik ke atas ranjang, senyuman dingin dan wajah tampannya seperti sedang menyindir. Telapak tangannya bergerak mengelus pipi Susan Xie.
Susan Xie terkejut, dia belum pernah bersentuhan dengan lelaki manapun, bagaimana bisa ia menerima sentuhan ini. Dia ingin menghindar,namun tubuhnya tak bisa bergerak, dia hanya bisa memalingkan wajah.
Pria itu memang tampan, namun bukan bearti dia bisa menyentuh seorang wanita sesuka hatinya. Siapa sebenarnya pria ini?
"Kau menghindariku?" Suara pria itu terdengar marah dan penuh sindiran.
Susan mencoba mengatur napas nya yang sejak tadi sudah tak beraturan, "lalu apa alasan ku agar aku tidak menghindari mu?"
Kaisar Lee seketika tersenyum sinis, sejak awal ia tidak suka dengan gadis kampung itu, selain pendiam dia juga terlihat sama sekali tidak menggairah kan. Tapi kenapa malam ini dia begitu berbeda? Tubuh nya ternyata seputih salju, dan yang paling mengejut kan, dia memiliki sifat yang aneh, suka tertawa dan pandai bicara.
Kaisar Lee tak tahan untuk tidak marah, tiba-tiba ia pun berteriak, "tidak usah berpura-pura lagi, wanita jelek, aku menikahimu dan menjadikan mu selir semua atas permintaan ayah ku, aku bahkan tidak di beri alasan kenapa aku harus menikahi mu, jika tidak jabatan kaisar ini tidak akan jatuh padaku, dia lebih rela memberikan nya pada orang lain. Apa yang membuat mu istimewa sehingga ayah ku meminta mu untuk jadi selir ku? Aku menikahi mu karena terpaksa, kau tahu itu? Jadi jangan sok suci."
Perkataan nya itu tentu saja sangat menyakiti telinga dan hati Susan Xie. Meskipun ia tak mengerti apa yang di katakan pria itu, kenapa pria itu terlihat begitu membencinya, tapi kata-kata yang di ucapkan nya terdengar kejam bagi siapapun yang mendengar nya.
"Kata-kata keji berasal dari hati yang keji pula." Susan Xie tak tahan untuk membalas.
"Apa katamu?" Mata Kaisar Lee terbelalak, d**a nya terasa panas mendengar sanggahan dari wanita yang ada di samping nya itu.
"Apa kau tuli? Apa aku harus mengulang perkataan ku? Bahkan aku tidak percaya kau bisa jadi seorang kaisar yang hanya mengandalkan ketampanan dan kekayaan mu saja, tapi perilaku mu, hati mu, jauh dari kata pantas!"
"Kau...." Mata Kaisar Lee berubah merah, seperti ada kilatan api yang menyala-nyala, mengisyarat kan kemarahan yang besar. Selama ini, tidak ada yang pernah berkata sekeras itu pada nya. "Atas dasar apa kau berani mengatakan semua itu padaku, dasar perempuan jalang!" Kini tangan nya bahkan terangkat ke udara, bersiap di ayun kan ke arah pipi Susan Xie. Namun Susan Xie tidak merasa takut sama sekali, ia menatap pria itu dengan berani.
"Apa kau menggunakan kekuasaan mu hanya untuk menindas yang lemah? Tampar aku jika anda berani, setelah itu anda akan menjadi seorang yang pengecut, pria gagah yang kuat,perkasa, namun memukul seorang wanita hanya karena merasa tersinggung."
"Oh... Jadi sekarang kau jadi besar mulut rupanya, kau pikir aku tidak akan berani melakukannya?" Kaisar Lee balik mengancam, "di sini, tidak akan ada yang peduli dengan kata-kata mu, semua orang tunduk dengan perintah ku, bahkan aku bisa berbuat lebih padamu. Apa kau tidak merasa takut? Hah!" Sekarang ia bahkan mendekatkan wajah nya ke arah Susan Xie. Sangat dekat hingga hidung mereka bersentuhan.
Bersambung