Makan bersama

1025 Words
Mata wanita yang berada di atas sana setajam elang, dia memandang lurus ke arah Yiping Xie tanpa berkedip. "Hai kaisar, hai kakak cantik," sapa Susan Xie pada kedua orang itu. Mendengar Susan Xie bicara demikian, ruangan yang tadinya hening, kini menjadi sedikit berisik dengan banyak nya kasak kusuk orang yang ada di dalam istana tersebut. Wajah kaisar Lee berubah merah, tapi dia harus menahan diri agar kewibawaannya tidak jatuh. Dia teringat akan hal kejadian semalam, wanita itu sangat pandai bersilat lidah, dia tidak mau di permalukan di depan seluruh bawahannya. Sedangkan wanita yang masih juga diam di sisinya mulai berpikir, siapa wanita itu sebenar nya? Benarkah itu Yiping Xie? Tapi mereka tampak seperti orang yang berbeda. "Hai..." Celetuk sebuah suara, sontak semua menoleh ke asal suara. Terlihat panglima Han melambai ke arah selir Yiping dengan tersenyum. Setelahnya semuanya jadi semakin gaduh. Selir Yiping menghadap ke arah nya dan berkata, "halo tuan, apa kabar?" Melihat itu, d**a kaisar Lee terasa panas, wajah nya makin terlihat kaki dan rahangnya mengeras menahan marah, wanita di samping nya melirik dan seolah memiliki ide untuk mempengaruhi suaminya, perlahan dia mendekat ke telinga kaisar Lee dan mulai berbisik, "yang mulia, apa kau tidak merasa curiga? Jangan-jangan pria idaman lain selir Yiping yang di desas-desus kan selama ini adalah... Panglima Han," setelah menyelesaikan kalimat nya dia tersenyum smirk. "Omong kosong, lagipula, aku tidak peduli," Kaisar Lee tersenyum mengejek, gengsi kaisar Lee sangat tinggi, dia tidak suka mengakui perasaannya. Padahal saat ini dia benar-benar kesal melihat pemandangan yang tersuguh di hadapannya, selir Yiping dan panglima Han saling melempar senyum. Panglima Han, sengaja melakukan hal tersebut bukan tanpa alasan, dia punya maksud terselubung, ada hal yang ingin dia selidiki. Dia memperhatikan wajah ratu Finik, tepat seperti dugaannya, wanita pasti akan mencari kesempatan untuk menghasut Kaisar Lee. "Menurut ku, dia sudah bertindak sesuka hatinya, dia tidak memiliki sopan santun, apa yang mulia tidak berniat ingin menghukum nya? Dan apakah kaisar lupa, apa yang di lakukannya pada kaisar? Apa kaisar akan melupakannya begitu saja?" Ratu Finik belum ingin menyerah. Kaisar Lee kembali berpikir dalam diam, kemudian lanjut berkata, "kau diam lah, aku punya cara ku sendiri untuk menghukum nya, kau tak perlu terus mengajariku." Ucap Kaisar Lee geram. "Maaf yang mulia, hamba hanya ingin mengingatkan yang mulia." Kaisar Lee tiba-tiba bangkit berdiri dari singsasana kebesarannya, semua jadi mendadak hening kembali. Pejabat kerajaan, para prajurit dan pelayan langsung terdiam sembari menundukkan kepala mereka masing-masing. Hanya Susan Xie yang terlihat berani mendongak dan menatap ke arah kaisar Lee langsung. "Hai... Kau Selir aneh." Mendengar dirinya di sebut demikian, mata Susan Xie langsung mendelik. "Ku rasa setelah jatuh dari jurang, otak mu sepertinya bergeser, kau lupa semua peraturan kerajaan." Susan Xie langsung meraba-raba kepalanya sendiri, dia merasa baik-baik saja, bahkan sangat baik. Tingkah dan wajah nya terlihat konyol, membuat panglima Han terpaksa menahan senyum. Wanita itu sangat lucu pikir nya. "Kaisar Lee, ku rasa otak yang mulia lah yang bergeser," balas Susan Xie, mendengar semua itu, semua tampak terkejut, namun karena takut dengan Kaisar Lee semua jadi menahan diri untuk tidak bersuara. "Apa maksud mu? Kau tahu, jika kau berani bicara sembarangan, kau akan tahu akibat nya." Kaisar Lee masih bicara dengan nada Elegan, dia sama sekali tidak menunjukkan emosinya, hanya menatap tajam dalam ke arah Susan Xie, seolah sedang berkata, mati kau nanti! Susan Xie yang merasa sedikit ngeri, mencoba menarik sudut bibir nya tersenyum, kemudian berkata, "yang mulia, daripada kita pagi-pagi begini sibuk berdebat, bagaiman kalau kita mulai saja sarapan bersama nya, perut ku sudah mulai lapar, mungkin saja ada kehidupan lain di dalam sini," dia mengusap-ngusap perut nya dan membuat semuanya lagi-lagi terkejut, dan wajah Ratu Finix terlihat paling tidak tenang, wanita segera berdiri dari duduk nya dan berdiri di sisi kaisar Lee, seolah ingin menunjukkan posisinya, dia lah permaisuri nya, dan tak ada yang boleh menggeser nya. Karena perkataan wanita sialan itu, dia jadi teringat perkataan peramal kerajaan yang sengaja ia sewa, peramal tersebut mengatakan, pada akhirnya nanti, ada seorang wanita yang akan berhasil memberi kaisar Lee memiliki keturunan hingga ia memiliki pewaris kerajaan. "Tidak mungkin," ratu Finix menahan setengah emosi nya, "selama satu bulan ini, yang mulia tidak pernah mendatangi kediaman mu, jadi mana mungkin itu terjadi." Tak lama tawa Susan Xie berderai, "astaga, sebenar nya apa yang anda pikir kan kakak cantik? Aku hanya bicara soal cacing-cacing di perut ku." Seolah tak ada yang bisa menahan tawa, suasana di ruangan itu kembali riuh, dan wajah Ratu Finix berubah merah karena malu. Kau... Dalam hati dia mengancam wanita itu. Awas kau! Bahkan Kaisar Lee juga ingin tertawa, tapi terpaksa ia tahan mati-matian, dan dari sudut lain, tampak panglima Han tersenyum, dia tidak menduga, selain cantik, ternyata wanita itu sangat lucu. "Apa ada yang menyuruh kalian semua untuk tertawa?" Ucap Ratu Finix dengan suara keras karena murka. Kemudian dia menoleh ke arah kaisar Lee dan pria itu hanya terdiam, dia merasa kecewa, pria itu tidak membelanya saat dirinya di permalukan. Padahal Kaisar Lee memilih diam, karena tahu gadis itu memang pandai bicara, dia juga tidak ingin terlihat bodoh dan akhirnya di permalukan. Tapi tidak, dia berpikir dirinya seorang ratu, dia tidak boleh kalah dengan emosinya, atau dia akan kehilangan segalanya, dia harus kembali menyusun rencana untuk menyingkirkan wanita itu. "Baiklah, kita lupakan soal tadi, mari semua menuju meja makan, kita makan bersama di pagi hari ini, untuk merayakan kepulangan dan keselamatan Selir Yiping." Ratu Finix berusaha mati-matian meredam Amarah nya. Susan Xie tidak menduga, makan bersama pagi ini ternyata untuk dirinya. Tapi dari senyum yang di perlihatkan ratu Finix, wanita itu seolah sedang menyimpan siasat, wajah nya bisa berubah-ubah layak nya siluman rubah, dia harus berhati-hati mulai hari ini. Kaisar Lee, Ratu Finix, Susan Xie, dan kedua selir lainnya, yaitu selir Lisun dan Selir Xio Er berada di satu meja yang sama. Makanan yang terhidang di meja terlihat begitu lezat, hingga membuat air liur Susan Xie hampir menetes, dia tidak sabar untuk mencipipi semuanya, saat dia hendak memasuk kan satu suap makanan di dalam mulut nya, Ratu Finix melirik senang. Wanita itu tidak sadar jika gerak gerik nya sudah di awasi panglima Han sejak tadi. "Tunggu... Jangan di makan dulu!" Teriak Panglima Han tiba-tiba. Bersambung.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD