Datang ke Istana Utama

1012 Words
Selesai memakai pakaian nya, para pelayan segera merias wajah dan rambut nya, dan selama itu pula, Susan Xie memejamkan mata.  Dan setelah semuanya selesai, dia di bawa ke depan cermin, Susan Xie perlahan membuka matanya, ini pertama kalinya dia melihat pantulan dirinya dalam cermin setelah mengalami kejadian aneh ini.  Matanya terbelalak,  Siapa? Dia tak mengenali wanita yang ada di dalam cermin itu, itu bukan dirinya, wanita itu terlihat sangat cantik, sangat berbeda dengan dirinya. "Siapa dia?" Susan Xie bertanya sambil memegang wajah nya sendiri. Sejak kapan dia operasi plastik? Dan kapan pula melakukannya, imajinasi konyol nya mulai liar.  Para pelayan merasa heran dan hanya saling berpandangan.  "Tentu saja anda adalah yang mulia Selir Yiping," jawab ketua Duong.  Selir Yiping? Dia kembali bertanya dalam hati, dia jadi teringat, mungkin yang di benci oleh Kaisar Lee adalah wanita ini, bukan diri nya, tapi kenapa bisa dia ada di tubuh wanita lain? Baiklah, sepertinya Susan Xie harus membiasakan diri untuk bisa menjadi wanita yang bernama Yiping Xie itu, sementara itu dia bisa sambil mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi. Susan Xie berdeham, tapi nyatanya dia malah tersedak dan terbatuk-batuk, tingkah nya terlihat sangat konyol, "air... tolong ambilkan air," Susan Xie bersuara.  Ketua Duong yang paham langsung memerintahkan salah satu anak buah nya untuk mengambilkan segelas air di meja dekat ranjang.  Kemudian Susan Xie meminumnya hingga tandas, dia merasa lega sekarang, "baiklah ketua Duong, bisa kau ceritakan apa yang sebenarnya terjadi padaku?"  "Maaf yang mulia, sepertinya hamba tidak bisa menceritakannya sekarang, karena kaisar Lee meminta yang mulia untuk segera ke istana utama setelah selesai berpakaian, yang mulia di tunggu untuk sarapan bersama yang lain nya."  Susan Xie memutar bola matanya malas saat mendengar nama kaisar Lee di sebut, pria sombong itu, mendengar nama nya saja membuatnya muak, apalagi harus bertatap muka kembali. Namun Susan Xie tak punya pilihan lain, untuk sementara waktu dia harus menurut, atau pria itu akan datang sendiri kesini untuk menyiksa nya seperti tadi malam. Lalu dengan berat hati dia berkata, "baiklah," dia bangkit dari duduk nya dengan memantapkan hati nya. Anggap saja aku sedang syuting film kolosal atau entah apalah. Susan Xie membatin.  Saat keluar kamar, Susan Xie berjalan di depan, Ketua Duong dan yang lainnya mengikuti langkahnya di belakang, aura Susan Xie yang ada di tubuh Yiping Xie seketika terlihat, sungguh mereka terlihat seperti dua wanita yang berbeda, jika biasanya Yiping Xie yang asli lebih banyak diam, Susan Xie berjalan sambil menebar senyum ramah pada siapapun yang melintas, dia terbawa kebiasaanya saat memandu wisata, selalu tersenyum pada semua orang. Dia menyapa semua orang siapapun dia.  Ketua Duong dan yang lainnya merasa heran namun tak berani mengeluarkan suara.  Di pertigaan jalan setapak, Susan Xie berpapasan dengan dua wanita berpakaian mewah dengan rombongan di belakangnya sama seperti dirinya, wajah kedua wanita itu tampak angkuh, mereka berjalan dengan dagu terangkat.  "Hai kakak... Kakak," sapa Susan Xie pada keduanya dengan senyum secerah matahari.  Kedua wanita itu sontak tampak kebingungan dan menghentikan langkah nya, mereka berpandangan satu sama lain, merasa heran dengan sikap Selir Yiping yang sekarang. "Xio Er, apa kau merasa ada yang aneh dengan wanita ini?" Selir Lisun berbisik di telinga wanita yang ada samping nya. Mereka berdua adalah Selir Kaisar Lee yang lain nya.  Xio Er yang kebiasaan terlambat menyadari sesuatu malah berkata, "berbeda bagaimana? Sepertinya dia tambah cantik jika tersenyum seperti itu." Mendengar itu Selir Lisun sangat kesal dan hampir ingin menjual nya seperti biasa nya, "maksud ku bukan itu bodoh, tapi sikap nya," bisik nya sekali lagi sambil melirik ke arah selir Yiping. Sementara mereka masih sibuk berbisik, selir Yiping menyuruh ketua Duong untuk mendekat, "mereka berdua siapa?" bisik nya pada wanita paruh baya itu.  "Mereka adalah Selir Lisun dan Selir Xio Er, selir kaisar Lee juga."  Wah... Banyak ya? Dasar buaya! Batin Susan Xie.  "Kakak... Kakak... Maaf, aku duluan, ya. Sampai bertemu di istana utama." Susan Xie kembali bersuara dengan riang. Kemudian melenggang pergi bersama rombongannya.  Sedangkan selir Lisun dan selir Xio Er masih terdiam melihat kepergiannya.  "Aku merasa, dia sangat berbeda sekarang," celetuk selir Xio Er saat punggung rombongan selir Yiping mulai menjauh.  Satu jitakan mendarat di jidat nya yang sedikit lebar, "itu yang ku maksud daritadi, kau baru sadar, dasar lamban," akhirnya selir Lisun melakukannya juga setelah sejak tadi menahan diri.  "Kau juga tidak perlu melakukan ini terus, ini sakit tahu!" Selir Xio Er protes, dia mengusap dahi nya yang masih terasa sakit.  Selir Lisun menahan tawa, "maaf, aku hanya tidak tahan dengan sekap lamban mu."  "Huh... Menyebalkan."  "Hei jangan merajuk, sebaiknya kita cepat ke istana utama, kalau kita terlambat, matilah kita." *** Susan Xie dan rombongan sudah mencapai istana utama yang terletak di tengah-tengah lingkungan kerajaan, Susan Xie tidak pernah menduga, jika istana itu lebih cantik dari yang di lihat nya selama ini saat menjadi pemandu wisata selama ini. Inilah wujud asli istana sekitar 200 tahun yang lalu,dan sekarang dia sedang ada di zaman itu.  Ada banyak pilar-pilar besar berukiran naga di sepanjang teras istana, dan begitu ia dan rombongan memasuki pintu utama, sudah banyak prajurit pria dengan pakaian sama berjejer di dekat pintu. Tak lupa Susan Xie menyapa mereka, "hai... halo..."  Namun tak ada satupun yang menyahut, para prajurit itu tetap diam seperti patung dan hanya menunduk hormat kepada nya. Apa mereka semua bisu? Susan Xie tak terlalu mengerti tentang peraturan kerajaan, seorang hamba tidak boleh asal bicara layak nya teman kepada tuan nya.  Susan Xie ramah, dia suka bergaul dengan siapa saja, kebiasaan hidup nya di masa depan terbawa hingga kemari, mungkin para prajurit itu juga kebingungan dengan sikap Susan Xie, namun hanya bisa bertanya dalam hati, jika ada yang berani membuka suara, mereka takut terkena hukuman dari kaisar Lee. Dari kejauhan, terlihat Kaisar Lee yang tampak angkuh duduk di singgasana kebesarannya, di sisi kanan nya terdapat wa iya cantik dengan pakaian sangat indah. Susan mencoba menebak-nebsk siapa wanita itu? Wajah nya terlihat tidak ramah.  Susan Xie dan rombongan berhenti di depan tangga berundak tidak terlalu tinggi, dan di atas sana tentu saja kaisar Lee dan wanita tidak ramah itu. Mereka berdua terlihat cocok dengan wajah kaku mereka.  Setelah ini apa yang akan terjadi?  Bersambung.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD