Setelah terbangun dari pingsan

1067 Words
Kaisar Lee bangkit berdiri dan membenarkan pakaiannya, sekali lagi pandangannya jatuh pada wajah teduh yang sedang tertidur di ranjangnya, sangat manis, alis tipis yang tertata rapi, bulu mata yang lentik, hidung yang kecil dan tak terlalu lancip, serta bibir mungil warna merah topa yang menggoda. Sial, kenapa wanita itu terlihat begitu cantik? Kaisar bergumam dalam hati, tapi tidak... Dia sedang berusaha mengingkari kata hatinya.  Haha, semua ini salah wanita ini, beraninya menghina seorang kaisar, dia harus tahu siapa Kaisar Lee yang sesungguh nya, dia pantas mendapat hukuman.  Perempuan biasa ini terlalu beruntung bisa memiliki hubungan dengannya, tapi sayang, mulut nya yang pedas bagai cabai membuat telinganya panas, dia benci, dia tidak suka.  Tidak tahu berapa lama kemudian, tubuh Susan Xie kedinginan, angin menjelang dini hari yang berhembus melalui celah-celah fentilasi menerpa tubuhnya yang hanya berbalut kain tipis membuat tubuhnya menggigil. Perlahan kelopak matanya pun terbuka, kepalanya terasa be=denyut sedikit pusing, kemudian dia mengedarkan pandangannya ke sekeliling, dia berharap bisa terbangun dari mimpi buruk nya, tapi tidak di sangka setelah membuka mata dia tetap menemui pemandangan yang sama, ruangan yang luas penuh dengan barang antik, dan dia juga masih terbaring di ranjang yang sama.  Susan Xie terkesiap, dia seolah baru saja menyadari sesuatu, tanpa mempedulikan rasa sakit di kepalanya, dia segera bangkit terduduk. Dia segera memeriksa keadaan dirinya, tubuhnya terbalut kain tipis. Ingatannya mengalir ke kejadian semalam. Pria itu... Apa yang pria itu lakukan pada nya semalam? Dia bergumam, tenggorokannya tiba-tiba terasa kering, tubuhnya bergidik ngeri. Tapi setelah mengamati tubuhnya yang ada di balik kain sutra tipis yang menutupinya, dia tidak merasakan perubahan apapun. Susan Xie membelalakkan matanya, dan mulai berpikir, apa pria gila yang mengaku-ngaku dirinya seorang kaisar itu, sungguh tak melepaskan nya? Ini sedikit aneh, bahkan semalam pria itu tertawa bagai iblis. Siapa sebenarnya pria itu? Kenapa pria itu seperti membencinya dan seolah ingin menelan seluruh diri nya? Sebelum dirinya menemukan jawaban, tiba-tiba terdengar suara pintu kembali terbuka, sesegera mungkin ia memasang sikap waspada. Takut pria gila semalam akan kembali meneror nya. Tapi tidak, kini dia hanya bisa ternganga, melihat banyak nya wanita muda berpakaian sama mulai memasuki ruangan, jumlah nya sekitar sepuluh orang, di tambah satu wanita tua yang pakaiannya sedikit berbeda.   "Buka seluruh jendela," perintah wanita tua itu pada dua wanita muda. Dan mereka melakukannya dengan patuh. Luar biasa, dalam hati Susan Xie berdecak, drama apa lagi yang akan segera ia lihat.  Selesai membuka semua jendela dan menyingkap tirainya, ruangan menjadi terang dengan cahaya matahari pagi yang lolos memasuki ruangan, ternyata di luar matahari sudah naik ke peraduannya.  Dua wanita muda lainnya bertugas mematikan lilin-lilin juga lampu-lampu yang menggunakan bahan bakar minyak yang di tempatkan di teko-teko cantik berukuran kecil.   Dan enam wanita muda yang tersisa tampak membawa sesuatu di kedua tangan mereka masing-masing.  Setelah selesai, wanita muda yang bertugas membuka jendela dan mematikan lilin dan lampu, kembali ke dalam barisan. Kemudian wanita paling tua kembali memberi aba-aba pada para wanita muda itu untuk menunduk hormat pada Susan Xie. Dengan mengangkat sudut bibirnya, Susan Xie berkata, "ah... Bibi, nona-nona, tidak perlu seperti itu." Tapi wajah mereka semua terlihat datar tanpa senyum. Membuat Susan Xie merasa konyol. Dia juga berpikir, jika para wanita itu tersenyum, apakah kaisar gila itu akan menghukum mereka? Sehingga mereka tidak tersenyum sama sekali?  Dia sungguh pria gila! Merampas hak asasi manusia! "Maaf Selir Yiping Xie, kami hendak membantu anda mandi dan berganti pakaian." Ucap Wanita tua yang membuat Susan melongo, memang nya dirinya bayi harus di mandikan dan di gantikan pakaiannya.  Dan apa tadi katanya, Selir Yiping Xie? Siapa yang mereka maksud? Susan Xie bertanya-tanya dalam benak nya.   "Bibi... Maaf, tadi bibi memanggilku siapa? Selir Yiping Xie? Apa aku tidak salah dengar?"  "Bibi?" Wanita tua itu malah kebingungan melihat tingkah tuan nya yang seolah tak mengenali diri nya, "kenapa anda memanggilku dengan sebutan bibi? Aku kepala pelayan istana bagian Utara, yang khusus di perintahkan untuk melayani yang mulia Selir Yiping, namaku Duong, yang mulia biasa memanggilku dengan ketua Duong, apa anda lupa?" Pelayan tua itu berpikir, apakah karena efek dari jatuh ke jurang, jadi tuan nya itu jadi sedikit melupakan dirinya? Susan Xie membulatkan matanya, belum sempat dia memberi dia bicara lagi, para pelayan sudah menghampiri tubuhnya dan membimbingnya ke kamar mandi. "Hei... Apa yang kalian lakukan, aku belum selesai bicaraaaa!" Susan Xie berteriak seperti hewan yang hendak di sembelih, tapi tak ada yang mau mendengarkan. Dia tetap di paksa di masukkan ke kamar mandi yang di dalam nya terdapat kolam khusus seperti yang ada di film-film kerajaan.  Ya Tuhan... Sebenarnya mimpi apa yang sedang di alaminya saat ini? Dia bergumam dalam hati sembari menahan kesal.  Dia hanya tidak terbiasa bila tubuhnya di lihat dan sentuh orag lain, sekalipun mereka semua adalah wanita. Tetap saja dia merasa risih. Dia tidak menyangka, dia benar-benar akan di mandikan layak nya bayi yang baru lahir! Astaga... Ini sungguh berlebihan. Dan pelayan itu tak ada satu pun yang mau mendengarkannya, apa mereka sama gila nya dengan kaisar mereka? Tak hentinya Susan Xie mengumpat dalam hati. Selesai dengan ritual mandi, Susan Xie terpaksa harus kembali mengalami hal yang tak biasa, kalian tidak akan percaya ini, sungguh, Susan Xie hampir ingin menangis rasanya, kenapa memakai pakaian dalam sendiri saja tidak di izinkan? "Yang mulia, maaf, bisa kah anda menahan napas sedikit, agar ikat pinggang ini terasa pas, dan d**a anda bisa terangkat," perintah ketua Duong.  Mau tidak mau Susan Xie menurut, tapi saat dia berusaha menahan napas, sesuatu dari dalam tubuhnya malah seolah ingin keluar, dia tidak tahan dengan panggilan alam tersebut. Dan akhirnya... Hembusan angin yang di sertai dengan bunyi yang khas itu keluar dan mencemari udara sekitar.  "Maaf..." Wajah Susan Xie seketika pias, dia merasa sangat bersalah.  Meski para pelayan itu merasa kebau-an dan dan terasa hampir ingin mati karena serangan gas beracun, tidak ada yang berani bersuara.  Perut nya terasa masih belum begitu lega, akhirnya bunyi lainnya menyusul dan durasinya sedikit lebih panjang. Para pelayan kini bahkan Samapi terbatuk-batuk akibat bau yang tidak sedap.  Anggap saja ini balasan dari ku karena tadi kalian tak menghiraukan perkataan ku! Diam-diam Susan Xie tertawa dalam hati, bagaimana jika gas bera'unnya itu terhirup oleh pria gila itu? Mungkin pria itu akan pingsan atau malah mati kebauan.  Saking asik nya berimajinasi, Susan Xie tidak sadar jika dia sudah tertawa sendirian seperti orang gila.  Ketua Duong hanya bisa membatin, ternyata tuan nya tidak hanya hilang ingatan, tapi mungkin saja jiwa nya juga di ganggu roh halus di hutan. Bersambung. 
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD