Anton terus saja memencet bel rumah Ali. Namun, tak kunjung ada yang membukakan pintu pagar tinggi itu. Anton mencoba mengintip ke dalam, namun tidak bisa. Karena benar-benar tidak ada celah kosong, untuk Anton melihat ke dalam rumah Ali. Semenjak kasus rumahnya hampir saja kemalingan, dokter Alan mengganti pagar rumahnya dengan yang lebih kokoh dan tinggi. Sehingga orang luar benar-benar tidak bisa melihat keadaan di balik pagar tersebut. Sudah lima belas menit Anton berdiri di sana, namun tak ada tanda bahwa rumah itu berpenghuni. Anton tidak tahu saja, di balik pagar tinggi itu, ada Ali yang memang sengaja tidak membukakan pagar untuknya. Ali malah asik duduk di lapangan basket rumahnya sambil memainkan gawai. Parmi mengintip dari jendela dapur, aneh. Kok ada tamu tidak dibukakan pin

