Part 41

1510 Words

"Sebelahnya sekarang ya, Bu?" Anton masih dengan gemetar memindahkan telapak tangannya di atas d**a Parmi. "Tutup lagi matanya!" Titah Parmi ketus. "Eehmmm ... eehhmmm ..." Parmi berdeham kembali. Saat tangan Anton mulai memijat kembali. Nafsu sialan, bisa-bisanya dia naik saat darurat begini. Umpat Parmi pada tubuhnya sendiri. "Bu, boleh ya. Sedikit aja," rengek Anton sambil meremas gemas d**a istrinya. Bugh! "Aaaau!" pekik Anton tatkala Parmi meninju perutnya, menggunakan tangan yang tidak diinfus. "Sakit, Bu," lirih Anton sambil memegang perutnya yang benar-benar sakit. Parmi bukannya merasa bersalah, ia malah melirik tajam Anton hingga tanpa sadar p******a yang sebelah lagi mengeluarkan air. "MasyaAllah muncrat!" Anton kebingungan sendiri melihat pancuran air s**u yang begitu de

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD