KAU MENANG!

1057 Words
*** Pukul 8:00 Am jalanan sedikit ramai Adelia mengemudikan sport car kesayangannya perlahan melajukan melewati taman kota dan perkotoan membelah jalanan ke kampus tempatnya menimba ilmu. Mobil sport berwarna merah hadiah ulang tahun pemberian Tuan Wintama Setelah empat puluh menit berlalu setelah menempuh perjalanan dari rumah ke kampusnya. Adelia gadis keturunan darah asia itu tiba diparkiran kampus disambut oleh Eldrian disamping mobilnya. mahasiswa fakultas Bisnis yang terkenal arogan dan ahli bela diri. Banyak gadis-gadis dikampus sudah pernah berkencan dengannya, namun hanya pada Adelia hatinya tertaut. Gadis spesial yang memikatnya, Ambisinya untuk mendapatkan Adelia menggebu-gebu, cintanya pernah ditolak sekali tidak menyurutkan niat terus mengejar Adelia. Eldrian sangat terobsesi pada gadis bermanik kecoklatan itu. *** "Ayoooo aku antar kelas, Aku pacar yang baik bukan?" ajak Eldrian memaksa Adelia dengan tatapan tak bisa ditebak. "Aku mau cari Dante, Aku bukan pacarmu ingat itu" Jawab Adelia berlalu meninggalkan Eldrian yang menatap tajam padanya sambil membawa kotak kecil berisi cake buatannya. Eldrian pria yang mengincar terus mendekati Adel dari pertama melihat Adelia di kampus ini. Eldrian Wijaya anak seorang petinggi di pemerintahan Surya Wijaya. Pria tampan tinggi berkulit putih dengan rahang tegas busur matanya tajam. terkenal sering bergonta-ganti pasangan dikampus. "Terima aku kita pacaran, Mudah bukan cantik!!" Eldrian menarik paksa tangan Adelia. "Eldrian lepaskan__Awww sa_kiiittt..!!" Adelia meronta melepaskan cengkraman Eldrian Eldrian melirik adel meringis seketika panik melepaskan tangan Adelia "Ke__ Kenapa? Ma__Mana yang sakit?" Eldrian khawatir melihat Adelia dari atas kebawah Adelia mengangkat tangannya yang digenggam kuat tadi terlihat sedikit bercap garis kemerahan dikulit putih susunya. "Ma__Maaf...Maaf Adelia" Lirih Eldrian menyesal karena terlalu kuat menarik lengan Adel karena kesal ajakannya ditolak. Adelia menghela nafas dalam-dalam menatap kesal pada Eldrian yang membuang tatap matanya kearah lain. Nafasnya terasa berat bercampur emosi. "Ya, Jangan ikuti aku, Kita tidak sedang menjalani hubungan apapun." Adelia berjalan cepat ke studio kampus Eldrian mengepal tangannya membuang nafas dengan keras karena emosi berbaur menyesal atas tindakannya pada Adelia. Lalu mengikuti adelia dari belakang. Sirat matanya seakan tak rela gadis impiannya deket dengan pria lain. Padahal dia tahu persis Adelia dan Dante sudah berteman dari semasa SMA. Dante Alexander sahabat Adelia sejak kecil lelaki bertubuh atletis keturunan berdarah eropa. Anak dari Josh William Alexander dan Norrah Edwards. Tuan Josh adalah pemilik Hotel terbesar di kota XXX AXAN HOTEL Dante Alexander si manusia dingin memiliki manik mata biru laut meneduhkan siapapun yang memandang. *** "Sudah lama berdiri disitu?" Suara lembut tetapi dingin menghunus, Dante berjalan menghampiri mendekati Adelia yang terlihat melamun. Padahal Adelia larut menatap ke taman bunga dibelakang kampus menghayati alunan denting piano yang dimainkan Dante tanpa sadar masih terbawa dalam lamunannya. "Eeemmm belum lama tepat ditengah lagu, Aku membawakanmu cake kau mau mencobanya" Adelua memberikan kotak kecil berwarna biru gelap digenggamannya. "Hmm, Aromanya menggiurkan" Antusias Dante membuka penasaran isi kotak tersebut Dante memasukkan potongan kecil cake buatan Adelia kemulutnya "Not bad " Gumam Dante menikmati potongan berikutnya dengan wajah datar dinginnya "Hanya itu ?" tanya Adelia sinis "Thank you Adelia..." Dante senyum terpaksa pada Adelia Adelia tersenyum puas melihat ekspresi sahabatnya Manusia Es julukan Adelia pada Dante. "Nanti siang aku tunggu ditaman" Kata Dante melirik jam dilengan kirinya lalu berbalik badan mengambil tasnya dan tumpukan buku. "Oke" Adelia ikut berjalan disisi Dante **** Depan pintu ruang studio musik kampus Adelia sontak terkejut meletak kedua telapak tangannya didada. Tepat didepannya Eldrian berdiri menatap tajam menghalangi jalan menutup akses pintu keluar. Dante yang satu fakultas dengan Eldrian menghela nafas menghindar meladeni arogansinya berjalan meninggalkan Adelia, mendorong bahu Eldrian. Menatap Adelia sejenak menganggukan kepalanya tanda pamit. Adel membalas anggukan Dante dengan senyum tipis. "Sudah selesai selingkuhnya?" Tanya Eldrian menatap dalam Adelia "Oh astaga Eldrian___" Belum sempat Adelia menyelesaikan omongannya Eldrian menggenggam jemari Adelia menarik pelan mensejajarkan langkah dengannya kedepan lift menuju kelas Adel di lantai 3. Didalam lift "Eldrian aku bukan pa___" Adel hendak protes "Sssttttt" Eldrian meletakkan telunjuknya dibibir mengisyaratkan Adelia untuk diam. "Sekali aja patuh bisakan umm" Jelas Eldrian melirik manja menggoda Adelia "Eldrian, Pertama aku bukan pacarmu kita bukan pasangan kekasih, Kedua kau tidak punya alasan menuduhku berselingkuh, Ketiga berhenti memaksakan kehendakmu. kau mungkin bisa melakukan pada semua gadis tapi bukan aku" Penjelasan Adelia yang panjang lebar bukannya mematahkan Eldrian malah justru dia semakin berhas**t gadis itu menggemaskan. "Itu peringatan atau asumsi manjamu, celoteh menggemaskan itu rasanya aku ingin menelanmu bulat-bulat" Goda Eldrian genit tertawa kecil yang semakin membuat Adelia kesal Sampai depan ruang kelas Adel, Eldrian melepaskan tautan jemari Adel. Adel yang masih kesal mematung dihadapan Eldrian "Masuk sendiri atau kau butuh aku menggendong sampai kedalam kelas" Tatap genit Eldrian "Aku bisa berjalan tanpa bantuanmu" Timpal Adelia kesal Sedetik kemudian Adel berlari masuk menutup pintu tepat diwajah Eldrian, Entah kenapa Adelia tak pernah bisa membantah berlebihan pada Eldrian dengan segala keegoaan posesif terhadap Adel jelas-jelas mereka tidak berpacaran atau berteman dekat sejak Adelia menolak pernyataan cinta Eldrian kemarin yang sangat tidak masuk diakal. Eldrian menyatakan cintanya diparkiran pusat perbelanjaan karena Adelia menolak untuk makan malam bersama. Anak remaja umur belasan tahun mampu bersikap romantis saat menyatakan cinta pada gadisnya. Tetapi Eldrian oh tidak itu sangat buruk. "Adelia kamu benar-benar menguji kesabaranku...Semakin kamu menghindarinya justru akan semakin aku jatuh cinta" *** "Oke cukup sampai disini next kita lanjutkan pembahasan hari ini" suara lantang Dosen pembimbing kelas Adelia Adelia merogoh ponsel dari tasnya mengirim pesan "Dante...Kelasku udah selesai aku turun ke taman" Tak butuh waktu lama Dante membalas Dreett...Dreetttt ponsel Adel "Langsung ke parkiran saja" Balas Dante Adelia membereskan buku-buku kembali memasukkan ponsel kedalam tas dan turun menuju parkiran kampus berpapasan dengan Eldrian . "Pulang? Tanya Eldrian "Hhmm" Adelia enggan menjelaskan "Aku mau ajak kamu makan siang" Eldrian mendekat "Maaf aku buru-buru" Jawab singkat Adelia "Jalan bareng dia?" Sela Eldrian mencibir pada Dante "Maaf aku buru-buru gak waktu berdebat denganmu" Adelia melangkah cepat meninggalkan Eldrian tanpa menoleh kearahnya Eldrian hanya menatap punggung Adelia berjalan tergesa-gesa keluar dari gedung fakultas. Dante rupanya sudah menunggu bersandar disisi Bentley hitam miliknya jelas dapat terlihat dari tempat Eldrian berdiri. "Kau menang! Nikmati kebersamaanmu dengan gadisku karena mulai besok tidak akan kubiarkan siapapun menyentuhnya" Eldrian bergumam kesal tangannya terkepal kuat rahangnya mengeras, ekor matanya terus mengikuti arah kedua mobil mewah itu sampai keluar dari pintu gerbang kampus. Mobil merah Adelia terparkir disamping mobil Dante. Keduanya masuk kemobil masing-masing dan keluar dari gedung kampus menuju Axan Hotel. Melewati gedung-gedung pencakar langit tersusun berjejer disetiap sudut kota. barisan pepohonan menghiasi tepian jalan. Pejalan kaki silih berganti menyebrang.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD