Ratu Intan Wijaya Kusuma yang mampir ke salon Alisia DeKiss milik Ali keesokan harinya kemudian menemukan betapa sobat hermaproditnya itu menjadi amat histeris dan mudah menangis, terutama ketika menemukan jejak kebiruan di pangkal tulang hidung Ratu yang mancung. Sebenarnya, tidak hanya Alisia. Ramli sang papi tak kalah panik ketika tahu sesuatu telah menimpa putrinya. Tapi Ratu, sebagaimana biasa, tetap bersikap biasa tak peduli, sesekali ia meringis jikalau hidungnya tersenggol tangannya sendiri tanpa sengaja. "Idung lu kaga dientup g***n kan, Bo? Atu gue masih segelan, kan?" Ali tampak cemas ketika model sekaligus pegawai paruh waktu kesayangannya itu hanya mengangguk-angguk santai dan mulai ambil posisi di atas kursi rias, bersiap hendak ditata wajahnya oleh sang pemilik salon. "Gad

