Dua puluh empat

2568 Words

Lisa Suharyana yang baru selesai berkutat dengan mesin cetak di sebelah komputer pribadi yang diletakkan di atas mejanya, menoleh penuh minat saat sosok Ratu kembali ke ruangan mereka dengan wajah merah padam. Hanya saja, wajah merah padam itu bukan karena merona malu-malu lantaran digoda oleh sang gebetan yang Lisa tahu, masih berada dalam ruangannya. Wajah Ratu memerah karena sedang menahan amarah. Dahi gadis itu berkerut dan dia tampak tergesa ketika menarik bangku dan duduk di sana. Lisa ingin sekali berkomentar, tapi kemudian dia memberikan jeda selama beberapa detik sebelum akhirnya memutuskan untuk beranjak dari tempat duduknya sendiri dan mengelus punggung Ratu yang kini sudah menelungkupkan wajah di atas meja, berbantalkan lengan. Napasnya naik turun tidak teratur dan Lisa paham,

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD