Langit masih saja asyik menumpahkan air mata hingga pukul sembilan menjelang. Usai mengantar Wak Ijah, Ratu kemudian menggiring Putri menuju kamar mandi yang berada di bagian belakang bedeng mereka. Untuk menuju kamar mandi super mungil yang berhimpitan dengan dapur, Putri mestilah melewati kamar Ratu yang tak memiliki dinding pembatas. Kontrakan tiga petak berukuran tiga kali sepuluh tersebut hanya memiliki pemisah antara ruang tamu, yang dijadikan tempat tidur Ramli, dan dapur. Tentu saja, karena itu juga, matanya kemudian tak sengaja memperhatikan isi kamar saudari tiri dan seperti isi kamar Ramli, tak banyak hal yang Ratu punya kecuali sebuah kasur Palembang yang sama tipis dengan kasur milik sang ayah, sebuah rak kayu racuk rakitan, dilapisi oleh kalender bekas, terdiri dari tiga r

