Dua puluh sembilan

1144 Words

Selang beberapa hari, Indira Putri Waluyo yang memang sering mampir ke kantor sang ayah, Waluyo Hadikusumo, mendadak punya ruangan sendiri yang berada tepat di sebelah ruangan supervisor bagian sales and purchasing, Prabu Damar Anggabaya. Tidak ada yang tahu mengapa, termasuk Prabu sendiri yang ketika ditanyai oleh Ratu hanya mengedikkan bahu. "Beneran, Tan. Aku baru dikabari kemarin sama Bos. Beliau bilang, tolong kosongkan ruang arsip, ganti furniturenya sama jati terbaik, bakal ada divisi baru yang pimpinannya sudah menunggu. Kenyataannya, pagi ini lihat sendiri siapa yang nongkrong di sana." Mata indah milik Ratu menyipit dan cuping hidungnya jadi mekar sedikit saat dia mencari celah kebohongan yang dia tahu tidak akan mudah ditemukan pada wajah tampan nan polos milik gebetannya ters

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD