Tawa Prabu yang renyah adalah satu-satunya hiburan bagi Ratu usai menyaksikan Putri yang berwajah gusar dan memerah, kabur menuju parkiran. Volvo berwarna metalik miliknya berada di sana dan mereka bisa mendengar bantingan karena posisi kendaraan tersebut tidak terlalu jauh dari keberadaan tiga orang anak manusia yang memandangi kepergian sang pewaris perusahaan. Ratu bersyukur, Sultan masih berada di tempat, beberapa meter di depan mereka, hingga sewaktu Prabu berbisik, "Ngajarin dia? Aku aja butuh bertahun-tahun baru bisa jadi calon suami, bayangin kalau dia berguru sama aku, jangan-jangan, mereka berdua baru jadian pas umur lima puluh." Ratu menggelengkan kepala, bingung sendiri mendengar balasan Prabu yang kini dengan santai menyandang ransel berisi Broto yang terkantuk-kantuk denga

