Ratu Intan Wijaya Kusuma telah menghabiskan sebagian besar paginya memandangi Ramli Santoso yang tergolek lemah di ranjang rawat klinik dengan infus terpasang di punggung tangan kirinya. Setelah lebih dari dua belas jam terjaga, pada akhirnya pria itu terlelap, walau kondisinya masih jauh dari dikatakan baik. Paling tidak, ia tidak lagi gemetar. Dari bibirnya yang masih pecah-pecah dan sedikit miring, nama Indira sang mantan istri tidak lagi disebut. Ratu hanya sempat mengoleskan pelembab bibir yang ia temukan tepat sebelum membawa Ramli ke klinik lalu berusaha memejamkan mata sekadar menjernihkan pikiran tentang langkah apa yang akan dia ambil setelah ini. Dokter menyarankan agar pria itu dirawat dengan intensif, dengan layak tentu saja. Bukan main nyeri dan ngilu perasaan gadis dua pul

