Dua puluh dua

2459 Words

Ratu Intan Wijaya Kusuma hanya mampu memandangi hasil pekerjaan gebetan semata wayang yang entah kenapa pada hari ini nekat datang hanya untuk mengantarkan nasi makan siang kepadanya. Dia sudah berkata bahwa sebelum ini telah makan bakwan empat biji yang kemudian dibalas tawa oleh Prabu Damar Anggabaya seolah bakwan memiliki pertalian erat dengan ciki kentang tipis yang kemasannya gendut bak beras kemasan lima kilogram, akan tetapi, saat dibuka, hanyalah berisi potongan-potongan tipis, separuhnya remuk, hingga membuat sang empunya mengeluh, walau tak urung, menenggak semua ciki tersebut hingga remah terakhir. Kesimpulan Prabu adalah, bakwan dan ciki sama-sama tidak bisa membuat pemakannya kenyang. Seolah tindakannya saat ini tidak membuat malu Ratu yang wajahnya sudah merah padam, Prabu l

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD