Dua Puluh Enam

1969 Words

Jika selama ini pasangan kencan yang apel pada hari Minggu selalu membawa buah tangan semisal martabak telur atau bahkan terang bulan saat berkunjung, maka Prabu Damar Anggabaya yang nongol pagi-pagi sekali dengan membawa buah tangan tak biasa, membuat Ratu tidak dapat menghentikan diri untuk meyakinkan diri kalau dia sedang tidak bermimpi. Berkali-kali bibirnya mengucap " Mas Damar nggak perlu kayak gini. Aku lagi nabung buat beli sendiri, rencananya mau minta anter kalau libur..." yang hanya ditanggapi seringai tipis oleh pria itu. Prabu lebih memilih untuk menunjukkan hadiahnya pada Ramli yang memandanginya dengan mata berbinar hingga jejak air mata bahagia bisa Ratu temukan di sana. Karena itu, Ratu berusaha keras menguasai diri agar tetap bisa bernapas dengan normal. Dadanya cukup ses

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD