Sembilan belas

1972 Words

Nyatanya, dari lima menit waktu yang Ratu janjikan pada dirinya sendiri berlanjut hingga nyaris lima belas menit. Tangan mereka berdua yang tadinya hanya saling tindih, kemudian jadi saling remas dan tak lama, Ratu malah membiarkan saja Kakang Prabu pujaan hatinya sesekali membawa genggaman tangan mereka ke dadanya sendiri. Rasanya kok adem, yes. Kayak judul film, maunya everafter. Gue baper, masak? Gilingan indang. Duh, Li. Gue jadi bisa bahasa bencong gara-gara dengerin lo ngomel di salon. "Awas bablas, Mas." Ratu mengingatkan karena lewat beberapa waktu, tautan tangan mereka tak jua lepas. Untung, tak ada manusia kepo dan segera setelahnya, Prabu dengan bijak sana mengembalikan tangan Ratu ke pinggir paha gadis itu, ke arah tengah tempat duduk mereka tapi tetap tidak melepaskan pegang

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD