Ayah, Semuanya serba tiba-tiba. Kematian. Aku teringat tentangmu. *** Ifa mendengar suara gaduh dari dalam kamarnya. Ingin beranjak ia ingat titah suaminya untuk tetap di tempat. Ingin tak bereaksi apa-apa tetapi di luar sana berisik sekali, seolah keadaan genting tengah terjadi. Ifa pun menekan tombol panggil daripada menduga hingga sakit kepala. Belum satu menit seorang pelayan sudah mengetuk pintu kamarnya. "Anda membutuhkan sesuatu, Nyonya?" "Apa yang terjadi? Sepertinya berisik sekali." Killa bersikap ragu-ragu, sangat berbeda dari sosok yang biasanya ceria. "Tuan Abimayu berpulang,” jawabnya pelan, tertunduk. Berpulang, ulang Ifa. Satu hingga tiga detik kata itu terulang dalam pikirannya. Ia yakin tak salah dengar, tetapi Ifa ingin lebih percaya pada kenyataan ini. "Maksudmu

