Satu Menit

1883 Words

Ayah, Aku akan mencintainya. Entah bagaimana, aku harus mencintainya. *** Bintang menghirup aroma berbeda dari kamarnya. Aroma keringat yang hampir menempel di hidungnya sepanjang hari ini. Aroma Ifa. Gadis itu baru saja melepaskan Bintang dari dilema. Ia kini akhirnya bisa tetap di kamarnya tanpa perlu beranjak dan beramah-tamah kepada siapa pun. Bintang senang awalnya, lalu ia sadar satu hal. Ifa, gadis itu baru beberapa jam di rumah ini. Dia akan membuat pelayan bingung dengan mandi di sana. Mereka akan tahu kalau yang Ifa bawa alat mandi dan pakaian ganti. Itu bukan masalah, tetapi jika Nyonya Rani atau Tuan Abimayu, maka... Bintang bangkit dari posisi tidurnya. Ia berlari keluar kamar dan menemukan Ifa sedang bersama ayahnya. Bintang melihat ekspresi lega dari wajah Ifa ketika ga

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD