Ayah, Kuharap kau di sini dan memukul Tuan Abimayu untukku. *** Ifa terpaku di atas kakinya. Ia telah melihat sesuatu yang tak seharusnya ia lihat dan Ifa juga berada di tempat yang seharusnya ia tak di sana. "Apa yang membawamu ke sini?" ulang Tuan Abimayu melepas lembaran yang dibacanya semula. "Saya hanya ingin menyendiri." Tuan Abimayu berdiri dari duduknya dan mendekati Ifa. Beliau berhenti tepat dengan jarak lima meter. "Rina, kau pergi. Ambilkan teh dan kue untuk Nyonya Ifa." "Baik, Tuan." "T-tidak perlu!" cegah Ifa. Ia sangat takut ditinggal berdua dengan Tuan Abimayu, apalagi di atas sini. Perlu waktu bagi seseorang untuk menemukannya. "Saya akan kembali ke kamar saya." "Pelayan saja tidak takut berdua denganku. Mengapa kau selalu mengusikku terus-menerus?" tanya beliau n

