Ayah, Putrimu telah tiada. Latifa Bakrie telah mati di hari pernikahannya. *** Bintang mencaci diri sendiri. Ia telah memikirkan Hanifa lagi. Bintang merasa dirinya bodoh. Ia memimpikan gadis itu yang telah meninggalkan dirinya. Bintang tidak bodoh, ia hanya merasa dibodohi. Jelas di depannya Latifa yang berdiri, yang sungguh menawan dan sedap dipandang. Ifa membuka mata dan ia menemukan Bintang diam menunduk, tampak tenggelam dalam pikirannya sendiri. Kemudian keduanya saling bertatapan ketika Bintang menaikkan pandangan. “Apa yang terjadi andai aku orang yang kau cintai?” tanya Bintang meluncur. Ifa menelengkan kepala. Keningnya berkerut dan matanya menjelaskan kalau gadis tersebut sedang memikirkan jawaban. Ifa mencintai Tuan Bakrie. Ia tahu perasaan itu pernah dimilikinya, bahk

