Ayah, Maafkan aku! Ampuni putrimu ini! *** Ifa terdiam. Hawa dingin terasa bersama ancaman ibu mertuanya. “Aku bahkan belum pernah melihat Bintang marah. Bahkan saat Abimayu memisahkan dia dengan kekasihnya.” Nyonya Rani bangkit lagi. “Mandikan Khumaira,” titahnya kepada pelayan. Khumaira menjerit saat digiring ke kamar mandi. “Ummi! Tolong Khumaira, Ummi!” Nyonya Rani menarik napas panjang. Butir air mata menetes ke pipinya. “Kau kejam sekali, Ifa.” Ifa bungkam. Bukan salahnya jika Khumaira saja terus saja menyiksa Ifa. Nyonya Rani menenangkan lagi cucunya. Tetapi Khumaira tetap tak mau masuk kamar mandi. Gadis itu menempel erat pada paha Nininya meski ditarik menjauh Rina dan Killa. “Khumaira takut! Jangan!” Nyonya Rani berdecih pelan. Tatapannya kembali pada Ifa. “Kami sudah

