Ayah, Aku tidak jatuh cinta padanya saat hari pernikahan kami. *** Ifa suka angin dan aroma pagi yang dibawanya. Ia senang sekali dengan kedamaian pagi tanpa diusik Nyonya Naraya. Namun Ifa melupakan tempatnya. Ia lupa sedang berada di kastil Abinaya sampai sepasang tangan yang cukup kekar melingkari tubuhnya. Tentu Ifa terkejut, tetapi ia tak bisa apa-apa selain menerima. "Cintai aku. Aku ingin kita saling mencintai sehingga anak-anak yang kita besarkan akan berbahagia dalam kehidupan mereka." Bisikan Bintang menggelitik di telinganya. Permintaannya dan pelukannya benar-benar membuat Ifa tak nyaman. Tentu saja Ifa merasa hangat dalam kurungan lengan Bintang namun Ifa tidak pernah ingin menikah, apalagi mempunyai keturunan. Ia pun tak pernah berharap mencintai seorang pria dan dicinta

