Titik temu 2

1124 Words

Ayah, Benci tetap benci. *** Bulan penutupan tahun, Desember, masa libur Bintang sebagai abdi negara untuk mengajar. Pagi harinya dia menghabiskan waktu di perusahaan. Pulang siang dan sepanjang sisa hari Bintang habiskan bersama Khumaira. Ifa mengasingkan diri ke atap Kastil, berlama-lama dengan buku harian dan kesendiriannya. Ia bisa bernapas lega saat Khumaira di dampingi Abatinya itu. Mereka selalu berbicara apa saja. Bintang seperti tak lelah-lelah menjawab pertanyaan Khumaira tentang apa saja. Ifa sendiri terbebas tak dimintai jawaban oleh musuh kecil itu. Saat azan Ashar terdengar, Ifa memaksa langkah kembali ke kamar. Bagaimanapun juga Ifa perlu kebaikan Bintang Abimayu untuk hidupnya yang telah hancur. Bintang pintar sekali untuk tak banyak menyapanya. Bintang juga cerdas men

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD