Kesempurnaan Masalah

1818 Words

Ayah, Kini, aku yang dalam masalah. *** Bintang melihat arah jalan menuju kamarnya. Kemungkinan Ifa sudah sampai di sana. Bintang lalu mengangguk atas ajakan sang ayah untuk duduk dan berbicara. “Abah tahu sesuatu?” Abimayu melangkah ke kursi ruang tamu. “Kau harus mengambil alih warisanmu.” “Boleh aku menemui Ifa saja?” tanya Bintang sarkas tak suka bahasan warisan mengawali percakapan mereka. Tuan Abimayu duduk melipat kaki di atas kaki yang lainnya. “Kemari. Duduklah.” Bintang memasang wajah tak suka, tetapi ia tetap patuh perintah ayahnya. “Baiklah. Ibumu benar. Kalian bisa meneruskan garis keturunan. Selagi aku masih hidup, kau bisa mengabaikan tanggung jawabmu sementara.” Abimayu memainkan jari pada ujung kursinya. “Kurasa Tuan Bakar tidak lepas tangan begitu saja setelah ke

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD