Ayah, Tak kumengerti bagaimana kedekatan kami. *** Aura berat duka menggantung di atas mereka. Sepertinya semua ini memang perlu kata-kata untuk diselesaikan. Ifa membiarkan kakinya di karpet sementara sepatu kacanya tergeletak rapi di sisi kakinya, sepasang yang menempel satu sama lainnya. “Anda membelinya dari gaji Anda?” tanya Ifa menatap sepatu itu, bukan suaminya. “Bukan. Ini dari uangku sebagai anggota keluarga Abinaya. Uma sepertinya tahu apa yang kupikirkan cocok untukmu,” ujarnya menampilkan senyuman. “Beliau tidak tahu putranya tersiksa bersama saya,” balas Ifa pelan. Bintang merasa tertampar kalimat Ifa. Ia berdiri, namun Ifa tetap tak mau memandangnya. Bintang kemudian duduk di sisi istrinya, dekat, menempel seperti sepasang sepatu Ifa. “Aku tersiksa bukan karenamu.” I

