“Ma-maafkan Pak,” ucap Keyza yang tidak berani menatap Devan. [Enak saja cuma minta maaf, kamu harus membayar atas perasaanku selama ini. Setahun bukan waktu yang singkat, aku menderita setiap hari, tersiksa dan merana,] gumam Devan tanpa melepas Keyza dari tatapannya. "Kata maaf tidak cukup untuk membayar semua kesalahanmu kepadaku," sahut Devan dengan serius. Ia tidak mau terlihat lunak di hadapan gadis itu. [Kini engkau berada dalam genggamanku. Mulai saat ini aku tidak akan pernah melepaskanmu. Apa pun caranya aku akan membuatmu menjadi miliku untuk selamanya,] gumam Devan dengan sebuah rencana yang mulai terprogram di otaknya. Keyza hanya terdiam sambil merasakan jantung yang masih berdebar hebat. Gadis itu tampak meremas jemari, menahan rasa takut yang menyelimuti hatinya. Perlah

