Bab. 29 Doa yang Terkabul

1777 Words

Keyza tampak lega setelah mendengar Devan sudah kembali ke Jakarta, meskipun jauh di lubuk hatinya yang paling dalam masih tersimpan sedikit rasa sesal. Kini Gadis itu bisa menjalani kehidupan dengan tenang, tanpa ketakutan masa lalunya akan terbongkar oleh Devan. [Anggap saja kamu sedang beruntung Key, dia sudah pergi dan karirmu aman di kantor ini.] Keyza mencoba menenangkan dirinya sendiri, meskipun rasa bersalah itu tidak akan pernah hilang. Keyza kemudian menengok ke meja kerja Nia. Di mana rekannya itu tidak semangat lagi karena kunjungan Devan sudah berakhir. Untuk menghibur temannya ia pun berseru, “Sudah jangan sedih! Hari ini aku traktir makan siang sepuasnya.” Nia yang sangat doyan makan tampak senang sekali mendengar hal itu. Ia kemudian bersorak dengan senangnya. “Hore! Ter

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD