Bab. 28 Keputusan Devan

1749 Words

Malam tak berbintang terpaku menatap ke langit kelam. Hanya bayangan rindu yang menemani sepi berselimut angin dingin. Ingin bisa berpikir dengan tenang dan menghibur diri. Justru Devan merasa di tempat ini bayangan Keyza kian mengusik benaknya. Entah mengapa keinginan yang pernah Devan kubur selama ini mulai bangkit lagi. Merindukan dan berharap bisa bertemu dengan Keyza walau hanya sekejap mata. Sungguh rasa itu kian menyiksa batinnya, begitu terasa menyesakan d**a. “Apa besok kita pulang ke Jakarta?!” tanya Jon dengan tidak percaya ketika Devan memutuskan untuk segera kembali. “Iya," jawab Devan singkat tanpa memberikan alasannya untuk cepat pulang. “Akan tetapi kita belum seminggu Tuan di vila ini, katanya mau jalan-jalan ke tempat wisata,” ujar Jon menagih awal rencana mereka ber

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD