Di kantor pusat Ricci Holdings, suasana tegang menyelimuti ruang rapat. Para pemegang saham saling pandang, bingung melihat sosok asing berdiri di depan mereka. "Ini adalah rapat pemegang saham pertama, saya mewakili Miss Ricci akan memimpin rapat ini," suara Leonardo dingin, penuh wibawa. "Siapa Anda?" tanya salah satu direktur dengan nada menantang. Leonardo tidak terpancing. Dengan tenang, dia mengeluarkan surat kuasa dan meletakkannya di atas meja. "Nama saya Leonardo Venticelli. Saya dari Venticelly Group, perusahaan yang menyuntik dana saat Ricci Holdings hampir bangkrut di tangan Matteo Ruzzo." Begitu nama Venticelly disebut, ruangan langsung hening. Mereka semua tahu betapa besar pengaruh Venticelly di London—perusahaan yang memiliki jaringan bisnis dan kekuatan yang bahkan bi

