Kembali di Penthouse Isabella Leonardo tiba-tiba membeku, tangan yang sedang meraih pistol berhenti di udara. Matanya menyipit, naluri binatangnya berteriak bahwa ada yang salah. "Kau dengar itu?" bisiknya. Isabella mengerutkan kening. "Dengar apa—" Tepat sebelum seluruh dunia meledak dalam cahaya putih dan suara yang memekakkan telinga. Asap putih masih menggantung di udara ketika Isabella tersadar dari efek flashbang. Telinganya berdenging, tetapi naluri bertahannya membuatnya segera merangkak mencari perlindungan di balik sofa marmer. Leonardo sudah tidak ada di sampingnya. Dari balik kabut asap, ia melihat bayangan Leonardo bergerak cepat di antara tembakan-tembakan yang saling bersahutan. Suara peluru menghujam dinding beton seperti hujan es. "Leonardo!" teriaknya, tetapi suar

