Begitu banyak yang terjadi selama beberapa minggu terakhir. Kenyataan yang terbuka di depan matanya begitu mengerikan. Lana tak yakin dia bisa mempercayai orang lain. Namun, berbeda terhadap Reynard. Dia begitu mudah mempercayai pria itu, dan semakin mempercayainya dari waktu ke waktu. Mereka telah kembali ke rumah. Lana dalam keadaan syok setelah menyaksikan pembunuhan di depan matanya. Tubuhnya gemetar mengingatnya. Lana diam terpaku memandang keluar jendela. “Minumlah.” Reynard menyodorkan segelas air putih pada Lana. Lana menerimanya dan menyesapnya perlahan dengan tangan masih gemetar. Reynard memahami apa yang dirasakan Lana. Dia merasa prihatin. Tangannya terulur menyentuh kepala Lana dan mengusapnya lembut. “Istirahatlah. Dan buang pikiran negatifmu. Pikirkan ha

