“Jadi aku akan membuat hidangan spesial buat keluargaku. Fruit cake dan Pie labu manis. Itu sebabnya aku harus pulang cepat, Hakim Leo.” Leo memutar bola matanya, malas. “Tak usah pamer didepanku. Kau tahu Elena terlalu sibuk bahkan untuk memasak air saja!” Melina tertawa riang. “Itu karmamu karena dulu suka memperbudak para gadis!” “Kamu menyebalkan, Melina. Lebih baik aku memiliki partner seperti kakakmu yang kaku tapi pengertian, daripada kamu yang suka tertawa tapi rajin menyalahkanku.” “Kak Reynard pengertian?” Melina mendengkus kasar. “Sejak kapan? Terhadapku dia masih jutek seperti dulu.” Tahun demi tahun berlalu, Reynard tetap tak mau akrab dengannya. Hanya semenjak Bunga lahir, sikap kakaknya tak sedingin dulu. Bunga lah yang membuat hubungan mereka masih terjalin

