“Bohong!! Kamu pikir saya tak tahu kalau Dilan telah pergi dari rumah ini selama empat tahun, hah?!” Diana terperanjat mendengarnya. Seharusnya dia tahu, dia tak bisa membohongi wanita ini. Dia semakin berbahaya, pikir Diana ketakutan. “Ampuni saya, Nyonya. Dia pergi entah kemana, padahal saya begitu menyayangi dan menjaganya. Saya menyesal ....” “Diam! Saya sudah tahu belangmu. Saya tahu kamu hanya memanfaatkan uang bulanan yang saya berikan padamu tapi kamu tak memakainya untuk merawat Dilan dengan baik. Kamu membiarkan anakku terlantar dan akhirnya pergi darimu!” Wajah Diana semakin pias. Dia tahu tak ada gunanya membantah. Wanita ini pasti telah menyelidikinya sebelum menemuinya. Diana berlutut di depan wanita itu, di lantai rumahnya yang kumuh dan kotor. “Ampuni saya,

