“ Selamat pagi Ayah.” Rendi langsung meraih tangan Pak Fery, dan langsung mencium punggung tangan beliau. Shelina semakin menyembunyikan tubuhnya di balik tubuh kekar Rendi. “Apa kabar mu nak?” “Seperti yang Ayah lihat, aku sangat sehat hari ini.” “Bagaimana dengan keadaan mu Shel. Apakah sudah mulai membaik.” “Sudah Pak.” Shelina tetap menundukkan kepalanya. Rendi bisa merasakan tangan Shelina yang mulai terasa dingin. “Syukurlah kalau begitu. Kapan tim kalian kembali ke Jakarta?” “Mungkin siang ini Ayah.” “Baiklah. Shel, apa kamu....” “Ayah. Maaf menunggu lama.” Yudi datang, dan langsung memeluk tubuh tua Ayahnya. “Tidak masalah. Ayo buka pintunya.” “Baik Ayah. Eh Ren, loe belum balik. Gue kira loe dan tim udah balik.” Shelina semakin meremas tangan Rendi. Rendi mengusap t

