Part 32

1088 Words

°° "Oh minta di peluk ternyata," godanya lagi. Aku semakin mengeratkan pelukanku, "Ini bundanya apa dedeknya yang minta di peluk?" katanya. Pipiku memerah malu tapi sepertinya Mas Jiddan tidak tau karena aku menyembunyikan di pelukannya. "Yaudah makan ya?" tawarnya. Aku menggeleng pelan, "Yaudah iya. Nanti kalau lapar bilang ya?" aku mengangguk sebagai jawabannya. "Ke kamar aja ya. Malu nanti di liatin umi sama abi," katanya. "Iya," sekarang aku tidak mood untuk berbicara maunya di peluk Mas Jiddan pokoknya. Tidak hanya sering mengantuk dan mood swing, semenjak hamil aku juga merasakan manja yang luar biasa. Jadi mau tidak mau Mas Jiddan harus turun tangan. "Lho kenapa Syafanya Dan?" tanya umi. "Biasa Mi," jawab Mas Jiddan. Umi tersenyum, "Yaudah ajak ke kamar gih." "Umi mau kem

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD