"Aku dan dia memang bukan barang yang pantas kamu pilih. Tapi, salahkah jika aku harap kamu memilihku?" ??? "Sen, kamu pilih aku atau Tania?" Bagus. Setelah mengucapkan kata itu Arisen maupun Nadya sama-sama terdiam. Arisen menatap Nadya tak percaya. Gadis ini, gadis yang katanya tidak akan mengganggunya lagi justru bertanya seperti ini? Benar-benar tidak dapat dipercaya. "Buat apa lo tanya semacam itu?" "Aku hanya ingin memastikan ..." Nadya meremas tangannya semakin erat. Kepalanya menunduk dalam dengan begitu takut. "... kalau kamu pilih aku kita bisa perbaiki hubungan kita." "Hubungan kita? Itu udah lama putus, Nad! Delapan bulan! Lo ngerti 'kan?" Nadya semakin gugup. Wajahnya sudah kembali memerah menahan isak yang lagi-lagi akan keluar. "Aku ngerti. Jadi, kamu pilih siapa?

