Bab 59

1554 Words

“ Kamu gak perlu minta maaf, nak, papa negrti perasaan kamu, lagian ini semua kesalahan papa yang terlalu terburu – buru untuk melamar ibu Raisya menjadi istri papa, padahal belum juga satu bulan papa dan mama kamu berpisah, bahkan surat cerai pun baru dikirim kemarin dari pengadilan agama.” Hamran tidak henti – henti mengelus dan mendekap putrinya dalam pelukan. Hati Hamran begitu sedih, walau bagaimana pun juga Tasya tentu saja sangat terpukul saat mengatakan kalau dirinya mengijinkan Hamran untuk menikahi Raisya. “ Kamu tidak perlu memaksakan hati kamu untuk mengijinkan papa menikah lagi kalau itu akan membuat hati kamu malah tambah sakit, nak. Papa tidak ingin kebahagiaan papa tapi harus mengorbankan perasaan putri papa sendiri, biarlah papa menduda sampai kematian menjemput papa, ya

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD