Matanya sering melirik ke arah samping kanannya merasakan seseorang yang mengikutinya. "La--" Hmmpptt Windi ditarik sembari dibekap, dia merasakan kakinya tidak menapak ke tanah. "Aman." ujar seseorang. Windi melepaskan tangan dia dengan kasar dan akan memukulnya namun keterkejutannya yang lebih mendominasi. "Fairus?" Fairus tersenyum menyapa dengan ramah, "hai" Windi menatapnya tidak percaya kenapa orang ini tiba-tiba ada di sini? "ngapain?" "Nggak mau ngucapin selamat datang?" Windi langsung merubah mimik wajahnya menjadi sengit, "Gue tanya, lo ngapain di sini?" "Lo nggak asik" Windi tidak membalas, dia menatap Fairus tajam. Akhirnya Fairus menghela nafasnya, "oke gue nyerah" "Lo ketemu Layla?" Fairus menggeleng, Windi langsung menuding Fairus dengan aura kemarahannya, "

