Semua mata menatap ke satu titik, sepasang kekasih yang kini derajat wajahnya seimbang. Windi tersenyum lebar melihat kehadiran dua orang itu, bergandengan tangan. "Hmm, kayaknya lo berhasil ngerubah si buruk rupa" ujar Windi ke arah Arhan ketika keduanya sudah sampai di depannya. Layla sedikit cemberut, "emang gue sejelek itu?" Windi tertawa lalu merangkul Layla berjalan lebih dulu, Windi menyempatkan melirik Arhan, "ada kemajuan" Layla tertawa pelan, "kayaknya gue jadi pusat perhatian" "Of course baby" Windi manatap terus kearah Layla hingga... Buk "Awh" ringisnya pelan lalu mendongak melihat wajah Yuda yang datar. "Lo gimana sih?! Punya mata tuh dipake!" Sungut Windi, padahal dia yang salah. Yuda mendorong keningnya dengan telunjuk, "nggak kebalik?" Windi berdecih, "cewek se

