Layla membuka kunci rumahnya dan berjalan lemas ke arah kursi yang terlihat sudah lapuk dimakan usia. Huft "Bersenang-senang heh?" Layla menengok terkejut mendengar ucapan seseorang, Arhan sudah berdiri di belakangnya dengan pandangan tajam dan tangan mengepal. "Arhan?" Layla berdiri dan melirik sekitarnya yang tidak ada kerusakan apapun. "Lo masuk dari mana?" "Nggak penting." Arhan melangkahkan kakinya pelan penuh intimidasi membuat Layla berjalan mundur teratur. "Lo berani main belakang Layla" "Enggak-- Arhan dengerin gue" "Apa yang harus gue denger lagi? Gue liat dengan mata gue sendiri lo keliatan senang berduaan sama dia." Arhan melempar ponselnya yang menunjukan gambar Layla dan juga Niko tadi. "Gue bisa jelasin" "Nggak ada yang perlu lo jelasin lagi La" Arhan menatapny

