Layla menguap lebar mengangkat tangannya tinggi-tinggi melemaskan tubuhnya yang kaku. Matanya melirik jam yang menunjukan pukul delapan pagi, Layla malas untuk pergi ke sekolah karena pasti tidak ada pelajaran. Layla menggaruk rambutnya dan melihat ke sekitar, nyawanya belum terkumpul dan dia masih ngantuk. Zana tidak membangunkannya karena Brian menahan ibunya. Beranjak duduk dan pergi untuk mencuci mukanya, dia tidak berangkat ke sekolah tanpa memberitahu Arhan dan juga Windi. Pasti mereka mencarinya, Layla belum memegang ponselnya dan itu bukan kebiasaannya. Layla membuka pintu dan melihat Brian yang melintasinya, "mau kemana bang?" Brian menengok, "abang udah telat, ayah sama ibu berangkat ke kantor. Sarapan kamu ada di meja, jangan nakal ya" ucap Brian terburu-buru mencium kening

