Chapter 28

1661 Words

Layla dan Windi melongo melihat tamu yang diundang Arhan sudah berkumpul di satu tempat, semuanya adalah lelaki dan yang membuat kedua gadis ini melongo adalah penampilan mereka yang berbeda-beda. "Dimana bang Rian ketemu mereka sih? Kan serem gitu" gumam Windi masih memegang tangan Layla dan semakin menempel dengan tubuhnya. "Mereka preman atau apa sih? Kok serem banget" Layla mengangguk setuju dengan ucapan Windi. "Dan mereka nggak bawa cewek satupun" imbuh Layla. Ini sungguh rezeki yang besar untuk tempat yang mereka singgahi, hampir seratus orang ada di sini karena undangan Arhan yang tiba-tiba bahkan para pelayan membereskan meja-meja yang di dalam ke arah luar semua karena itu permintaan pelanggan sendiri. Arhan dan Yuda sudah duduk mengapit kedua gadis ini, Brian ada di samping

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD