Chapter 22

3970 Words

Layla membuka pintunya ketika seseorang mengetuknya, terpampang wajah Brian yang tersenyum. "Apa?" "Ikut abang" ucapnya langsung menarik tangan Layla. Layla hanya menurut, sudah seminggu dia di sini dan abangnya ini selalu hadir ke kamarnya entah untuk melakukan apa. Suara tawa dan gaduh terdengar ketika dia menuruni tangga, "ada tamu?" Brian menggeleng, "temen-temen abang" "Terus mau apa bawa aku?" "Kenalin" Layla mengangguk mengerti, "bang" panggilnya membuat Brian menghentikan langkahnya. Untuk pertama kalinya Layla memanggilnya seperti ini. "Ya" sahutnya memberikan senyuman bahagia. "Aku pake celana pendek" Brian melihat celana Layla yang hanya selutut, "gapapa, masih panjang segini mah" Kelima orang itu melihat kedatangan si pemilik rumah, mereka langsung diam dan memperha

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD