Mata Yuda tidak berhenti untuk melihat kearah Windi yang masih asik dengan makanannya diiringi obrolan dengan Layla. Arhan menengok kearahnya, "lo mau apa kalau dia nolak lo terus?" Yuda menengok, "gangguin dia tanpa henti" Arhan menggeleng kepalanya, "nanti dia risih" "Biarin, perjuangankan harus ada resikonya" Arhan mengangguk, "gue bantu jawab" "Apa?" "Layla selalu ngomong kalau kalian berdua lagi barengan" Yuda menatapnya menunggu apa yang akan diucapkan Arhan, Arhan menatap gadisnya yang sering tertawa disaat Windi bercerita, "katanya, Windi nggak bakalan mudah nerima perasaan lo. Windi termasuk orang yang mudah bergaul tapi hatinya sangat dingin." "Meskipun lo sanjung dia cantik ataupun apa, dia bakalan seneng tapi hatinya selalu terkunci nggak ada debaran yang lo maksud" "

