Emosi Arhan sekarang sudah tidak bisa dikontrol. Arhan menyetir motornya dengan ugal-ugalan, dia sudah tidak bisa menahannya lagi. Yuda dan Bram serta buntutnya mengikuti jejak Arhan di depan sana. "Kenapa dia?" tanya Bram yang berusaha menyamai laju Arhan di depan sana. "Ngelampiasin" "Bahaya bro, berhentiin aja" Yuda mengangguk dan mengencangkan motornya menyusul Arhan. Yuda mensejajarkannya meskipun sulit, "berhenti bro! Stop!" Arhan dengan matanya yang tajam tidak mendengarkannya, "Han! Inget Layla!" Mendengar nama yang diucap Yuda, Arhan langsung menurunkan laju motornya dan menepi di jalan yang sudah sepi. Dia tidak bisa membawa motor jika sudah emosi. Arhan langsung turun membuka helmetnya dan dia memukul tiang listrik dengan helmetnya beberapa kali hingga emosinya sedikit

