Chapter 19

2383 Words

Baldric terlihat senyum-senyum sendiri melihat ke ponselnya, Zana ikut tersenyum. Putranya Brian berhasil mengambil beberapa video aktifitas Layla tanpa sepengetahuannya. "Dia masih sama" ujar Baldric senang. Brian menengok, "aku belum mengenalnya" Baldric mengusap matanya dan melepaskan kacamatanya, "dia gadis yang penurut dan juga pendiam tapi kalau sudah kecewa dia tidak kenal ampun" Brian mengangguk, "ayah" "Hmm?" "Kapan dia tinggal di sini?" Balric tersenyum, "secepatnya." Zana mengusap kepala Brian, "kamu pasti sangat menginginkan seorang adik" Brian mengangguk, "Layla bukan gadis yang kasar nak, maafkan dia jika dia melakukan hal kasar sama kamu" Baldric menghela nafasnya, "seharusnya ayah tidak meninggalkannya jika tau ibunya menelantarkannya juga" "Mas" "Dan ayah hampi

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD