Memasuki malam dan tiba di unit apartemen milik Nick di Jakarta Pusat, Riska merebahkan tubuhnya yang lunglai di sofa. Selain merasa lelah, ia juga merasa hal yang mengganjal di hati dan pikirannya seakan menghilang bersamaan dengan teriakannya di wahana beberapa jam yang lalu. Nick sudah membawanya ke tempat yang tepat, setidaknya Riska sudah merasa terhibur untuk saat ini. “Mandilah aku punya kejutan untukmu,” kata Nick, melihat Riska berbaring membuat pikiran liarnya menari-nari di atas kepala. “Tunggu lima menit lagi. Aku lelah,” Riska menolak, tetapi mengingat berendam di dalam bathtub menggunakan air hangat akan membuat tubuhnya rileks. Ia pun bangkit, terduduk melihat Nick yang sejak tadi memperhatikannya dengan tatapan nakal. “Aku akan mandi, tapi jangan coba-coba kau mengintip,”

